Tubuhnya menegang, dinding dalamnya berdenyut kuat mengapit Lintang, dan ia memejamkan mata sambil mendesah panjang.Sensasi itu menarik Lintang ikut menyusul. Ia menanam dirinya sedalam mungkin dan melepaskan semuanya di dalam, dengan erangan rendah yang serak.Mereka terdiam lama setelahnya. Masih tersambung. Masih saling memeluk. Lintang mengecup peluh di kening Sofia, lalu tersenyum kecil.“Enak banget sayaaang….”Sofia hanya bisa tersenyum lelah dan bahagia, sambil mengusap punggung suami. “Sama, aku jugaaa… suamiku.”Di luar, angin malam Desa Sukarami berhembus pelan, seolah ikut menjaga keintiman mereka yang baru saja utuh kembali.Baru saja keduanya akan terlelap, tiba-tiba suasana kamar berubah.Seekor ular sebesar lengan orang dewasa muncul di tengah lantai kayu.Sisiknya mengkilap di bawah cahaya lampu tidur, dan matanya menyala kuning kehijauan.Sofia langsung melonjak, merebut baju tidurnya yang tergeletak di kursi, lalu buru-buru memakainya sambil mundur beberapa langkah.
Read more