Bab 23 "Ayo bersiap-siap dulu," kataku seraya melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Senyum Arthur makin melebar saat melihat punggungku menghilang di balik pintu kaca itu. Tawa kecilnya bergema pelan, bergemuruh dari dadanya yang bidang. Tanpa membuang waktu, ia pun segera melepas pakaiannya dan mengenakan celana renang, lalu menarik kaus lengan pendeknya kembali ke atas kepala. Tak butuh waktu lama baginya untuk bersiap, dan tak lama kemudian ia sudah berdiri di ambang pintu kamar mandi, mengamatiku diam-diam. "Kau tahu," ucapnya santai sambil bersandar malas di kusen pintu, "aku sedang memikirkan sesuatu..." Ucapannya terputus di tengah jalan. Matanya berkelana tak berkedip, memandangiku dengan penuh kekaguman saat aku sedang mengenakan baju renang. Ia menelusuri setiap lekuk tubuhku yang kini terlihat jelas terbalut kain tipis itu. Arthur menelan ludah susah payah, tiba-tiba tenggorokannya terasa kering kerontang, seolah
Last Updated : 2026-06-29 Read more