Bab 3 Cengkeraman Arthur pada tubuh Melati semakin erat karena rasa bingung yang melandanya, sementara jantungnya berdebar kencang di dalam dada. Ia mundur sedikit untuk menatap wajah kekasihnya, sorot matanya yang tajam dan penuh perasaan menelusuri setiap inci wajah perempuan itu. “Ada apa denganku?” ulangnya, nada suaranya mulai terdengar sedikit putus asa. “Aku jatuh cinta kepadamu, paham? Sepenuh hati, dan benar-benar terobsesi pada segala hal tentang dirimu, baik tubuh maupun jiwamu.” Ia menangkup wajah Melati dengan lembut namun tegas, lalu ibu jarinya membelai halus pipi perempuan itu. “Dan membayangkan ada orang lain yang menatapmu, menyentuhmu… hal itu membuatku merasa gila,” pengakuan Arthur terucap, matanya berkilat dipenuhi rasa ingin memiliki yang kuat. “Kamu milikku. Hanya milikku, untuk selamanya.” Tanpa menunggu jawaban, bibirnya mendarat di bibir Melati dalam sebuah ciuman yang membara—sebuah tanda kepemilikan yang menunjukkan betapa besarnya rasa cinta yang ia
최신 업데이트 : 2026-05-13 더 보기