Hening seketika kembali merayap di antara meja restoran Hotel Grand Star. Detik berikutnya, denting halus sendok perak yang beradu dengan piring porselen milik Katrin terdengar, memutus keheningan akibat pengakuan yang mengejutkan keluar dari mulut Reygan. Wajah Katrin memucat di balik riasan tebalnya, sementara raut kemarahan mulai tercetak jelas di dahi Tama Valero. Di seberang meja, Surya Mahendra hanya tersenyum tipis, sementara Clarissa tetap mempertahankan posisi duduknya yang anggun. Cincin safir biru di jemarinya berkilat tertimpa cahaya lampu, seolah menertawakan penolakan mentah-mentah yang baru saja ia terima. "Reygan, jaga bicaramu," potong Tama dengan suara rendah yang bergetar menahan amarah. Suara itu begitu tenang, namun siapa pun yang mengenal kepala keluarga Valero tahu bahwa itu adalah sebuah peringatan. "Jangan membawa lelucon kekanak-kanakan di meja ini." "Reygan tidak sedang bercanda, Pa," sahut Reygan, sama sekali tidak gentar oleh tatapan tajam
Last Updated : 2026-07-14 Read more