"Jangan mendekat! Pergi!" Jerit gadis itu lagi. Suaranya yang melengking tinggi penuh ketakutan membuat Rey mengurungkan niatnya untuk melangkah lebih dekat. Ia mengangkat kedua tangan di udara, mencoba memberikan pengertian pada Elara, kalau dia tidak berniat jahat. "Tenang, aku bukan orang jahat. Aku pendaki, sama seperti kamu," ujar Rey dengan nada serendah mungkin, berusaha menenangkan rasa takut yang tampak jelas di mata Elara. Zavier, Yuda, dan Juna sudah berdiri di belakang Reygan, wajah mereka tak kalah terkejut melihat sosok wanita yang berdiri bersandar pada pohon dengan luka yang cukup mengerikan di kakinya. "Rey, dia kenapa?" bisik Juna cemas. "Dia terluka parah," jawab Rey tanpa menoleh. Tatapannya terkunci pada luka robek di celana cargo hitam Elara yang kini basah oleh darah segar yang terus keluar. "Jika tidak segera ditangani, bisa-bisa dia pingsan karena kehilangan terlalu banyak darah, atau lebih buruk lagi, infeksi di tengah hutan seperti ini." Lirih Rey
Last Updated : 2026-05-14 Read more