Bab 131: Ke hancuran Pasukan Fang Jin Ming Ke hanya bisa berdiri terpaku di posisinya, menyaksikan sosok tubuh komandannya yang tegap perlahan menghilang di tengah arus manusia yang berlawanan. Ekspresi senyuman terakhir dari wajah Fang Jin membekas sangat dalam di dalam ingatan sang kapten pengawal pribadi. Itu adalah momen terakhir di mana sosok Fang Jin terlihat, perwira tinggi yang di kemudian hari akan dikenal dengan gelar komandan yang setia dan berani. Pada masa itu, tidak ada satu pun orang yang memahami makna sejati dari kalimat terakhir yang diucapkan oleh Fang Jin sebelum menjemput ajal. Hanya Di Lin yang berhasil menangkap maksud asli di balik tindakan tersebut, menyadari bahwa Fang Jin memilih opsi mati di medan laga demi menghindari aksi pemerasan dan noda hitam pada reputasinya. Di Lin sempat bergumam pelan menyebut pria itu sebagai sosok yang bodoh, namun kemudian dia melepas topinya dan berdiri menghadap ke
Read more