Bab 205: Rasa Malu sang Pahlawan Perang Sterling melangkah keluar dari toko buah dengan rasa ganjal di dadanya. Baru saja melangkah beberapa meter ke depan, sesosok teriakan nyaring bergema dari arah belakang tubuhnya: "Hei, prajurit!" Sterling memutar arah tubuhnya merespons panggilan tersebut, dan tepat pada momen itulah sesosok benda mendadak melayang kencang menuju ke arah wajahnya. Sterling tidak memiliki cukup kuota waktu untuk melepaskan gerakan menghindar, membiarkan benda tersebut menghantam tepat di bagian dadanya diiringi oleh benturan lembut. Cairan lengket dan basah seketika menyebar membasahi permukaan seragam militernya. Detik berikutnya, lemparan benda kedua kembali menyambar ke arahnya. Sterling berhasil meloloskan diri melompat ke samping, membuat benda tersebut meleset menghantam dinding bangunan di belakangnya hingga pecah berantakan, menyemburkan cairan ke segala arah. Ster
Read more