"Tapi, teman-teman yang lain selalu ditemani papa dan mama mereka ...."Hati Gladys terasa sesak.Keisha selama ini selalu sangat pengertian. Keinginannya hanya sesederhana ini dan dia juga menyampaikannya dengan begitu manis."Oke, Mama janji." Hatinya kembali melunak sekaligus terasa perih."Cih, kok yang datang malah wanita jahat ini? Bukannya wali dia? Kenapa yang datang malah kamu?" Suara seorang anak kecil terdengar dari samping.Gladys mengernyit, lalu menoleh.Archie sudah keluar dari rumah sakit. Tubuhnya tampak sedikit lebih kurus, tetapi karena badannya memang kekar, perbedaannya tidak terlalu terlihat. Bahkan setelah sakit pun, dia pulih jauh lebih cepat daripada kebanyakan orang.Saat ini, dia sedang memandang Gladys dengan penuh kesombongan. Gladys bertanya pada Keisha, "Dia teman sekelasmu?"Keisha mengangguk. "Satu kelas."Situasi ini benar-benar di luar dugaan Gladys.Dulu, saat Marshel kembali mengatur agar Archie masuk ke taman kanak-kanak ini, dia mengira mereka tid
Read more