Aku menatap wajah Ravyan beberapa saat. Entah kenapa ucapan itu membuat perasaanku tidak nyaman."Berubah bagaimana?" tanyaku pelan.Ravyan mengembuskan napas panjang. "Saya belum tahu.""Lalu kenapa bilang seperti itu?""Kepergiannya menimbulkan masalah, bukan tidak mungkin kemunculannya nanti juga membawa masalah baru."Aku diam. Aku mengerti kekhawatirannya, tapi membiarkan Alana terus dalam kondisi seperti ini pun bukan hal bagus."Saya lebih takut, dia mengganggu kamu, Lyra," lanjut Ravyan dan aku menggigit bibir."Dia gak akan tahu aku tinggal di mana sekarang," jawabku akhirnya."Memang. Tapi saya yakin, dia pasti masih dendam dengan pernikahan kita. Kalau dia memang bisa belajar menerima semuanya, mungkin dia gak akan lari seperti sekarang," jelasnya lagi."Bahkan tidak ada saja, dia sudah mengganggu bulan madu kita di sini, Lyra."Aku mengembus napas kasar. "Dan mungkin setelah Anda berhasil menemukan dia lalu menuntut tanggung jawabnya untuk Alana semua ini akan selesai.""S
더 보기