"Kalian sudah tahu akan tinggal di mana setelah menikah?" tanya Mami. Pembicaraan di meja makan ini rupanya terus berlanjut."Kebetulan saya sudah ada rumah, Mi. Tidak terlalu besar seperti rumah ini. Tapi, cukup untuk kami berdua memulai hidup baru," jawab Ravyan dengan cepat.Aku pun menoleh, menatapnya dengan kening mengkerut. Seperti sadar aku sedang menatapnya, Ravyan pun tersenyum padaku. Bahkan tangannya terang-terangan menggenggam tanganku di atas meja makan."Kalau seperti itu, syukurlah. Mami lebih lega. Kalau belum, kalian bisa tinggal dulu di sini," balas Mami.Kali ini Ravyan bukan hanya menggenggam, tapi ibu jarinya mengelus lembut punggung tanganku. Kalau aku menarik tanganku dan marah karena sikapnya, pasti Mami curiga kalau pernikahan kami ini hanya kerja sama. Alhasil, aku membiarkan Ravyan bermain-main dengan tanganku. "Iya, Mi. Besok kami mau mulai menempati rumahnya. Ya 'kan, Lyra?" tanya Ravyan dengan seny
더 보기