Alan dan Farel yang kompak dengan setelan jas hitamnya menghadiri upacara pemakaman Pak Arman. Setelah memberi penghormatan, Alan dan Farel memilih duduk di kursi penjamuan. Tidak banyak orang yang datang sehingga Alan dengan mudah menemukan Dito diantara para tamu.Farel yang tidak tau apa yang sedang terjadi terlihat kaget mendapati Dito juga hadir dipemakaman itu. Saat Dito mendekat ketempat mereka duduk, Farel jelas menyapa dengan penuh senyuman, sedangkan Alan melengos ke arah lain. "Om, kenal dengan Pak Arman juga?" tanya Farel dengan polos. Dito mengangguk singkat kemudian ganti memilih duduk didekat Alan untuk menghindari pertanyaan lain yang mungkin Farel ajukan. Bagi Alan, Papanya itu benar-benar sedang mencari gara - gara dengan pindah duduk disampingnya. Padahal ia rasa lelaki paruh baya itu sudah benar tadi memilih duduk di samping Farel saja. "Dengar, ku beri waktu sebulan. Minta maaf lah dan jelaskan apa yang sebenarnya
Last Updated : 2026-08-26 Read more