Dulu, aku akan merasa sedih karena Darvin selalu memihak Shareen. Namun setelah melihatnya berkali-kali, yang tersisa sekarang hanyalah mati rasa.Saat dulu dia membawa Shareen yang merupakan pasiennya pulang ke rumah, aku pernah menentangnya. Malam itu, dia berlutut di hadapanku dengan mata memerah. Dia berkata bahwa Shareen mengingatkannya pada dirinya di masa lalu, dan dia ingin menolong Shareen.Aku pun luluh.Saat kecil, ibu kandung Darvin kabur meninggalkannya. Ayahnya yang penjudi akan mencambuknya dengan ikat pinggang setiap kali mabuk, bahkan mengurungnya di kandang anjing.Kalau bukan karena aku diam-diam mengantarkan makanan dan mengobati luka-lukanya, dia tidak akan bisa hidup sampai hari ini. Karena itulah, ketika bertemu Shareen yang memiliki latar belakang hidup sama menyedihkannya, dia tak kuasa merasa iba.Namun, aku benar-benar lelah. Hubungan yang melibatkan tiga orang terlalu sesak.Lewat pengabaian demi pengabaian, dia telah memberitahuku siapa orang yang paling di
Read more