Short
Sepuluh Tahun Terbuang Sia-sia, Cinta Telah Sirna

Sepuluh Tahun Terbuang Sia-sia, Cinta Telah Sirna

โดย:  Jigglyจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9บท
1.8Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Saat vila itu terbakar, sebenarnya Darvin hanya perlu membuka pintu untuk menyelamatkanku keluar. Namun, dia tetap memilih mengabaikanku yang terkurung di ruang bawah tanah dan bergegas menuju lantai dua. "Shareen penakut, aku harus selamatkan dia dulu!" Ini sudah ketiga kalinya dia meninggalkanku. Pertama, saat pernikahan kami. Satu panggilan telepon dari Shareen sudah cukup membuatnya meninggalkanku dan pergi. Kedua, saat aku mengalami kecelakaan mobil hingga keguguran. Dia menghilang seharian penuh untuk menemani Shareen yang sedang patah hati. Saat aku akhirnya berhasil diselamatkan, Darvin malah sedang memarahi petugas medis. "Apa kalian nggak mengerti bahasa manusia? Wajah Shareen lecet, cepat bawa dia ke rumah sakit dulu!" Melihat kemerahan di wajah wanita itu yang nyaris tak terlihat, aku melepas cincin yang telah berubah bentuk karena terbakar dengan tenang. Lalu, kulemparkan cincin itu ke tubuh Darvin.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Saat vila itu terbakar, sebenarnya Darvin hanya perlu membuka pintu untuk menyelamatkanku keluar. Namun, dia tetap memilih mengabaikanku yang terkurung di ruang bawah tanah dan bergegas menuju lantai dua.

"Shareen penakut, aku harus selamatkan dia dulu!"

Ini sudah ketiga kalinya dia meninggalkanku.

Pertama, saat pernikahan kami. Satu panggilan telepon dari Shareen sudah cukup membuatnya meninggalkanku dan pergi.

Kedua, saat aku mengalami kecelakaan mobil hingga keguguran. Dia menghilang seharian penuh untuk menemani Shareen yang sedang patah hati. Saat aku akhirnya berhasil diselamatkan, Darvin malah sedang memarahi petugas medis.

"Apa kalian nggak mengerti bahasa manusia? Wajah Shareen lecet, cepat bawa dia ke rumah sakit dulu!"

Melihat kemerahan di wajah wanita itu yang nyaris tak terlihat, aku melepas cincin yang telah berubah bentuk karena terbakar dengan tenang. Lalu, kulemparkan cincin itu ke tubuh Darvin.

....

"Darvin, kita cerai saja."

Darvin hanya mengangkat kepala dan melirikku sekilas, lalu mengerutkan kening. "Verna, bisa nggak kamu berhenti bikin masalah?"

"Shareen ketakutan. Apa menariknya ngomongin perceraian di saat seperti ini hanya untuk mencari perhatian?"

Baru saja selesai berbicara, dia langsung memeriksa dengan saksama lecet di wajah Shareen yang nyaris tak terlihat itu.

Aku adalah istrinya. Tubuhku penuh luka bakar, kulitku melepuh dan rusak. Namun, yang kudapat hanyalah satu kalimat, "berhenti membuat masalah."

Di matanya, ketakutan dan keputusasaanku, hanyalah cara untuk merebut perhatiannya. Shareen meringkuk dalam pelukannya dan mulai pura-pura meminta maaf.

"Maaf, Kak Verna, semua ini salahku karena ceroboh. Merebus air saja sampai bikin kebakaran. Kalau nggak, kamu juga nggak akan terluka ...."

"Kak Darvin, biarkan Kak Verna naik ambulans dulu. Aku nggak apa-apa." Dia berpura-pura hendak melepaskan diri dari Darvin, tetapi tubuhnya malah terjatuh lemas ke dalam pelukan pria itu.

Darvin memeluknya lebih erat dengan penuh rasa sayang. "Mana mungkin ini salahmu? Tubuhmu lemah, lagian kamu sudah menghirup banyak asap. Kamu harus diperiksa dulu!"

"Kondisi tubuh Verna bagus. Menunggu ambulans berikutnya juga nggak masalah."

Lalu, dia menoleh kepadaku. Tidak ada sedikit pun rasa iba di matanya. "Verna, luka-lukamu sepenuhnya akibat ulahmu sendiri. Jangan salahkan Shareen!"

Sekali lagi, dia menggunakan logikanya untuk menunjukkan keberpihakannya. Apa pun yang dilakukan Shareen selalu bisa dimaafkan. Sedangkan aku, hanya karena mendorong Shareen sekali saja, dia mengurungku di ruang bawah tanah selama sehari penuh untuk merenung.

"Cuma patung terakota yang rusak, memangnya kenapa kalau pecah? Verna, apa kamu harus sampai menindas Shareen seperti itu?"

Darvin benar-benar telah melupakan bahwa itu adalah hadiah yang dibuatnya sendiri saat melamarku. Dulu dia berkata, selama patung itu ada, hubungan kami juga akan tetap ada. Kami akan saling mencintai seumur hidup.

Sekarang, patung itu sudah hancur.

Hubungan kami juga seharusnya berakhir.

Aku tidak lagi berteriak histeris membela diri seperti biasanya. Dengan hati yang sudah mati rasa, aku berjalan menuju ambulans. Melihatku begitu tenang, entah mengapa Darvin malah merasa gelisah. Dia pun refleks melangkah maju.

"Kak Verna! Jangan pergi, aku akan menebus kesalahanku!" Shareen tiba-tiba berlutut di hadapanku. "Semua salahku! Aku yang bersalah atas semuanya! Aku akan bersujud meminta maaf sekarang juga, tolong jangan salahkan Kak Darvin ...."

Mata Darvin memerah karena merasa iba. Dia segera mengulurkan tangan hendak membantu Shareen berdiri. Melihat akting murahan itu, aku tiba-tiba tertawa.

Aku membungkuk dan mengambil sepotong balok kayu yang masih terbakar di sampingku, lalu mengarahkannya ke wajah Shareen.

"Kalau memang ingin menebus kesalahan, setidaknya tunjukkan sedikit ketulusan. Kalau begitu, mari sama-sama terluka!"

Shareen menjerit ketakutan dan buru-buru mundur.

"Verna! Kamu sudah gila?!" hardik Darvin dengan marah.

Tanpa berpikir sedikit pun, dia mengangkat kaki dan menendangku sekuat tenaga. Tubuhku langsung terlempar. Kulitku yang sudah melepuh dan rusak, bergesekan hebat dengan permukaan tanah yang kasar.

Jejak darah yang mengerikan terseret panjang di atas tanah. Aku meringis karena kesakitan.

Shareen menjerit, "Banyak sekali darah!"

Lalu, matanya terpejam dan dia pingsan.

Darvin bahkan tidak sempat memedulikanku. Dia langsung mengangkat tubuh Shareen dan berlari menuju ambulans. Sebelum pergi, dia menoleh kepadaku. Di matanya sempat muncul sedikit rasa bersalah.

Namun dengan cepat dia memalingkan wajah, lalu berteriak kepada petugas medis, "Pasien punya riwayat kanker lambung, harus segera dibawa ke rumah sakit!"

"Aku Darvin, Kepala Departemen Bedah Rumah Sakit Pratama. Kalau terjadi apa-apa, aku yang bertanggung jawab. Bawa dia pergi dulu!"

Aku tergeletak di tanah, kesadaranku perlahan memudar. Yang kulihat terakhir adalah dia menggendong wanita lain naik ke ambulans.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
9
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status