"A-Aduh, Siska... jangan asal tuduh begitu dong. Itu si Nadine cuma sirik saja karena nggak diajak nguras bak," kilah Arga mencoba melepaskan cengkeraman tangan Siska di kerahnya."Halah! Gak usah banyak alasan deh, muka lo itu kelihatan banget kalau lagi menyembunyikan sesuatu yang mesum!" semprot Siska merengut kesal.Siska bener-bener melotot tajam, menatap dada bidang Arga yang terbalut kemeja hadiah dari Amara dengan napas yang memburu kesal.'Sialan bener! Ini kalau gue terus-terusan diinterogasi sama si bank tsundere, bisa-bisa kedok gue hancur total hari ini,' batin Arga panik dalam hati.Arga langsung memutar otak, mencari celah agar bisa kabur dari tatapan maut Siska yang bener-bener menuntut kejujuran itu."Eh, itu... Om ingat belum mencabuti rumput liar di taman samping kosan! Om ke sana dulu ya, Siska!" seru Arga langsung ngacir mengambil gunting rumput besar.Arga melangkah cepat menuju taman kecil di samping Kos Melati, mengabaikan teriakan se
Baca selengkapnya