LOGIN"Kesucian dan hidupku seutuhnya sudah jadi milik Om Arga. Mulai detik ini, Om harus tanggung jawab!" Arga Mahendra, pria berusia 39 tahun, hidup tenang sebagai penjaga Kos Melati. Namun, malam itu ia terpaksa melakukan 'penyatuan tubuh' demi menyelamatkan salah satu mahasiswi kosnya dari jebakan racun mematikan. Siapa sangka, insiden panas tersebut justru membuka segel pusaka Cincin Naga Tidur di jarinya. Tubuh tua Arga mendadak kembali muda, berotot kekar, dan memancarkan energi yang luar biasa. Akibatnya, enam gadis cantik penghuni kos—mulai dari mahasiswi manja, janda elegan, hingga bankir galak—kini saling sikut dan berlomba menggodanya setiap hari.
View More"Brakkkk!" Cermin gaib di tengah kamar mendadak meledak menjadi debu hitam begitu Arga mengepalkan tangannya ke udara. "Sialan! Gak usah sok nakut-nakutin pakai cermin buram, Tua Bangkai!" gertak Arga dingin. "Om Arga! Itu tadi suara apaan sih?! Seram banget!" pekik Nadine panik sambil makin kencang memeluk lengan Arga. "Biasa, cacing tanah purba kurang perhatian," cetus Arga santai. Arga berbalik, merangkul Alya, Vania, Nadine, Siska, dan Amara sekaligus di sekeliling ranjang. "Kalian tenang aja. Cincin Naga Tidur ini udah terikat abadi sama jiwa kalian," tutur Arga lembut. Cincin kuno warisan orang tuanya itu bergetar halus, memancarkan gelombang hangat keemasan yang menyelimuti tubuh kelima wanita tersebut. Mekanisme pusaka itu memang bekerja secara logis dan unik. Melalui keintiman fisik, sentuhan tulus, dan ikatan batin yang rutin Arga
"Gue nggak bakal kasih celah sedikit pun buat mereka!" gertak Arga sambil meremas ponsel di tangannya sampai hancur berkeping-keping."Mas Arga, kamu beneran mau menutup total akses ke Kos Melati?" tanya Alya cemas sambil mengelus perutnya yang semakin membesar."Iya, Alya. Ini satu-satunya cara supaya kalian semua tetap aman," jawab Arga tegas.Arga merangkul pinggang Alya dan memegang tangan Amara lembut.Dia mulai mengaktifkan energi Cincin Naga Tidur yang melingkar di jarinya.Pusaka warisan orang tua Arga itu memancarkan cahaya merah keemasan yang sangat hangat.Mekanisme cincin kuno tersebut selalu bereaksi dahsyat terhadap ikatan batin dan sentuhan fisik dengan para wanita yang mencintainya.Semakin intim dan tulus perasaan cinta di antara mereka, semakin kokoh benteng perlindungan yang bisa diciptakan Arga."Nadine, Siska, Vania... pegang pundak gue sekarang!" perintah Arga."Siap, Om Arga tercinta!" seru Nadine bersemangat sambil langsun
"Brakkkk!" Dentuman dahsyat mengguncang angkasa Jakarta saat tombak petir merah bertabrakan langsung dengan perisai emas Arga. Gelombang kejutnya menjalar hebat ke bawah, meruntuhkan kaca-kaca gedung pencakar langit di kawasan bisnis hingga hancur berhamburan. 'Sialan, orang tua ini benar-benar mau meratakan seluruh kota!' batin Arga meringis menahan hantaman energi yang kelewat gila. Tangan Arga terasa kebas, gelombang petir hitam menyengat hingga ke dalam pembuluh darahnya. "Hahaha! Rasakan itu, Bocah Mentah!" gelak Dewa Langit tertawa puas di balik kepulan asap. "Kau tak akan sanggup menahan kekuatanku lebih lama lagi!" seru Dewa Langit bertambah jemawa. "Deggg...!" Di saat kritis itu, Cincin Naga Tidur di jari Arga kembali membara panas. Sentuhan fisik, kepasrahan, dan rasa cinta mendalam dari Alya, Vania, Nadine, Siska, dan Amara yang tersimpan dalam cincin kuno itu mendadak terserap sepen
"Deggg...!" Jantung Arga berdegup kencang saat melesat menembus ketebalan awan hitam yang pekat. Aura membunuh dari Dewa Langit mengejar tepat di belakang punggungnya, terasa menusuk kulit seperti ribuan jarum es. 'Sialan, orang tua ini kecepatannya gak ngotot banget!' batin Arga panik sambil melirik ke bawah. Dari ketinggian ribuan kaki, terlihat gedung-gedung pencakar langit Jakarta bergetar akibat guncangan energi yang terpancar dari pesawat jet mewah musuh. "Brakkkk!" Kilatan petir hitam raksasa menyambar tepat di samping Arga, membelah awan pekat menjadi dua bagian. "Mau lari sampai mana kau, Bocah Mentah?!" teriak Dewa Langit menggema di antara gemuruh badai. Dewa Langit terbang melayang tanpa alat bantu, memegang sebilah pedang bermata dua yang diselimuti kobaran api kehitaman. Di belakangnya, belasan pengawal berseragam tempur serba hitam ikut melayang dengan papan energi canggih.
'Gila, wangi mi rebus pakai rawit begini emang paling juara! Perutku udah demo minta jatah karbohidrat dari sore tadi gara-gara ngeluarin banyak tenaga,' batin Arga tersenyum puas menatap air rebusannya.Sambil menunggu kuah mendidih sempurna, pria paruh baya itu memasukkan sebutir telur ayam segar
"Om Arga! Matanya ditaruh di mana sih waktu beres-beres tadi pagi? Lihat itu genangan air sabun dibiarkan menggenang sembarangan di jalanan!" omel Siska dengan nada tinggi melengking.Arga refleks membalikkan badannya sambil memegang erat gagang sapu lidi. Bapak kos itu menghela napas sangat panjan
Amara tersenyum sangat manis, membiarkan raut wajah Nadine mendadak berubah masam melihat kedatangannya di tengah halaman.Sebenarnya, Amara bukan tandingan Nadine yang masih gadis dan sangat cantik.Meski begitu, pesona Amara sebagai janda cantik berusia tiga puluh dua tahun itu, tetap menggoda.D
Nadine yang berbaring di bawah kungkungannya justru mulai menggeliat tidak karuan. Mahasiswi cantik itu membuka bibirnya perlahan, bersiap mengeluarkan desahan panjang akibat sisa-sisa efek racun yang masih mendidihkan aliran darahnya.Melihat gelagat super berbahaya itu, Arga buru-buru membekap mu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews