Nadine dan Vania hanya bisa melotot sebal saat Amara menarik lengan Arga menjauh dari area lorong kamar mandi umum."Pak Arga, ganti baju sampeyan sekarang, kita harus pergi ke butik saya malam ini juga," perintah Amara sambil melirik jam tangannya yang mewah."Waduh, Mbak Amara, ini kan sudah jam delapan malam lewat, kok mendadak banget?" tanya Arga kebingungan sambil mengusap tengkuknya yang masih agak basah."Ini urusan darurat yang menyangkut hidup dan mati bisnis saya, Pak, jadi tolong jangan banyak protes dulu," sahut Amara dengan nada suara yang bergetar cemas.Arga tidak punya pilihan lain selain buru-buru masuk ke kamarnya untuk mengganti kemeja basahnya dengan kaos hitam polos yang ketat membungkus otot dadanya.Hanya dalam waktu sepuluh menit, Arga sudah duduk di dalam mobil sedan mewah milik Amara yang membelah jalanan kota dengan kecepatan tinggi.Suasana di dalam kabin mobil terasa sangat sunyi, hanya ada deru mesin dan helaan napas berat dari
Baca selengkapnya