Arga langsung terduduk tegak di atas kasur dengan napas memburu, menyeka keringat dingin yang membasahi dahi tampannya.'Hadeuhhh... bener-bener sialan, gara-gara semalam gempuran servis Amara terlalu dahsyat, otak gue sampai ngaco memimpikan Siska diculik mafia,' batin Arga menggelengkan kepalanya gusar.Suasana di luar jendela kamar kosan bener-bener sudah terang benderang, menandakan pagi hari yang damai telah tiba.Arga segera mandi dan berjalan keluar menuju koridor Kos Melati untuk menghirup udara segar pagi hari.Langkah kaki Arga terhenti saat melihat sosok Tari, salah satu anak kos yang bekerja di minimarket depan komplek, sedang berjalan mendekat dengan senyum lebar."Pagi, Om Arga! Kebetulan banget langsung ketemu Om di koridor sini," sapa Tari dengan wajah yang bener-bener tampak sangat semringah."Pagi, Tari. Wah, tumben banget pagi-pagi sudah kelihatan rapi dan senyum-senyum sendiri begitu," goda Arga menyandarkan tubuh kekarnya di tiang korido
Read more