Malam itu, suasana meja makan terasa lebih hening namun cukup terasa hangat. Aston dengan tatapan tenang, berwajahkan tak terpengaruh, sejak tadi menyendoki suap demi suap nasi ke dalam mulutnya. Selain merasakan enaknya masakan Alena, Aston juga merasa nyaman: mungkin seperti inilah gambaran jika ia menikahi Alena.Di tengah ketenangan itu, gawai Alena bergetar. Nama seseorang yang sudah hampir 2 tahun tenggelam karena kesibukan masing-masing, kini timbul mengejutkan hati Alena kala menatap.Hansel?"Kak, sebentar aku angkat telfon dulu," ucapnya pada Aston, tak enak mengganggu waktu makan malam sang Ipar. Setelah mendapat anggukan Aston, tangan Alena langsung menekan tombol hijau. Ada sedikit perasaan ragu, dahi berkerut tipis, namun sesuatu diddalam hati yang tersimpan rampat dapat kembali membuncah."Hallo, Hansel....""Alena... Syukurlah nomor kamu masih aktif. Setelah kamu menikah, aku hampir kehilangan semua data dirimu," ujar pria
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya