Dekapan Panas Kakak Ipar

Dekapan Panas Kakak Ipar

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-06-05
Oleh:  DayatsaBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
7Bab
15Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Alena sering berfantasi sendiri dalam menuntaskan hasratnya. Suaminya~Tama, pria itu selalu acuh, bahkan jarang sekali menyenangkan Alena jika menyangkut urusan ranjang. Hingga pada akhirnya, Alena memutuskan untuk menceritakan semua masalah rumah tangganya, bahkan urusan ranjang sekali pun kepada Kakak Iparnya. Dan kebetulan, sosok Aston ini adalah Dokter SpOG. "Kak, jangan! Nanti ketahuan Mas Tama."

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1. Mas, sentuhlah aku!

"Mas, aku menginginkan kamu malam ini. Tolong sentuh lah aku," mohon Alena dibalik kabut gairahnya.

Mantan Model cantik berusia 25 tahun itu berjalan sensual menghampiri suaminya dengan balutan daster lingerie berbahan linen bewarna putih terawang.

Sementara Tama, dokter bedah berusia 28 tahun itu, hanya menatapnya datar setelah masuk ke dalam kamar. Sambil melepaskan kancing kemejanya, Tama menatap Alena dengan tatapan lelah tanpa cinta.

Bukan kelembutan yang Alena dapat. Tanpa pemanasan atau rangsangan terlebih dulu, Tama langsung merebahkan tubuh Alena dan menarik pakaian dalam wanita itu secara kasar. Tama segera menghentakkan pinggurnya, bergerak cepat dan kasar.

Sekuat tenaga Alena menahan desahannya dengan rasa perih yang menjalar. Bukannya kenikmatan yang dirinya dapat, melainkan rasa sakit. Perih. Kebas. Dan hambar.

"Mas... Ahhh... Tolong pelan sedikit, ini sakit...." Pekiknya sambil meringis.

"Tidak bisa Alena... Aku sudah lelah, dan aku harus segera menyelesaikannya," balas Tama dingin.

Tama sama sekali tidak memedulikan rengekan maupun rasa kecewa sang istri. Baginya, pemenuhan hasrat ini tak lebih dari sekadar rutinitas biologis yang harus segera ia tuntaskan. Sentuhan-sentuhan dambaan istrinya itu justru membuatnya merasa terbebani dan muak.

"Ini sakit, Mas! Aku sama sekali tidak menikmatinya," balas Alena yang hanya dapat pasrah.

Tama tidak menjawab, hingga beberapa saat kemudian pergerakannya berhenti. Pria itu langsung menarik diri tanpa memberikan jeda atau dekapan hangat, lalu melangkah acuh menuju kamar mandi.

Sudut mata Alena menetes. Masih dalam keadaan polos itu dirinya ditinggalkan begitu saja layaknya wanita bayaran. Di bawah lampu temaram luas, hatinya terasa hancur. Tama seolah menghempas harga dirinya begitu saja.

Sudah hampir satu tahun ini—sejak Tama disibukkan dengan jadwal rumah sakit setelah sumpah dokternya—Alena merasa kehilangan suaminya. Tama memang ada di depannya, selalu pulang tepat waktu, tetapi pria itu selalu mengabaikan urusan ranjang dan tidak pernah menyentuhnya dengan cinta. Apalagi setelah ada operasi besar, suaminya itu bahkan bisa berminggu-minggu tidak menyentuhnya.

Alena sempat curiga; apakah suaminya memiliki wanita lain di luar sana? Apakah Tama sudah tidak mencintainya?

Malam itu, Alena masih merasakan gejolak hasrat yang menggantung dan tak tersalurkan. Tama sangat egois. Sambil bangkit, Alena mengenakan kembali daster tipisnya. Bahu kecilnya luruh, tatapannya menghujam lantai marmer dengan nanar.

Untuk sejenak, Alena menatap ke arah pintu kamar mandi. Suaminya masih belum keluar.

"Aku ke kamar mandi bawah saja," putus Alena bergegas untuk turun.

Pukul sebelas malam, rumah besar itu terasa sepi dan senyap. Alena mengira mertuanya sudah terlelap. Wanita itu berjalan pelan menuruni anak tangga, hingga langkahnya tertahan di undakan terakhir.

Asumsinya salah. Di ruang tengah, sorot cahaya dari layar televisi masih menyala. Alena yakin Kakak Iparnya masih terjaga. Dan kebetulan, Alena masih satu rumah dengan Iparnya -Aston.

"Kak Aston masih belum tidur? Lebih baik aku ke kamar tamu saja," putus Alena melanjutkan jalannya menuju kamar tamu di belakang sofa.

Aston yang melihat siluet badan seseorang terpantul pada sorot televisi, kini refleks menoleh. Kerutan tipis muncul di dahinya saat melihat Iparnya masuk ke dalam kamar tamu sendirian pada jam selarut ini.

Alena? Untuk apa dia ke kamar tamu? Apa dia tidak tahu aku tidur di sana dua hari ini? Aston membatin. Namun, pria itu segera menepis pikirannya. Mungkin Alena hanya menumpang ke kamar mandi karena keran di kamarnya bermasalah. Aston kembali fokus pada tayangan berita di televisi.

Sementara di dalam kamar tamu, Alena langsung masuk ke dalam kamar mandi. Ia melepaskan dasternya, lalu menyalakan shower. Di bawah guyuran air hangat, hasratnya yang menggantung memaksa untuk diselesaikan. Perlahan, Alena mulai menyentuh dirinya sendiri. Malam ini, ia terpaksa berfantasi demi mencapai puncak gairah yang selalu terpendam.

Bayangannya kembali pada masa awal pernikahan, saat Tama menyentuhnya dengan penuh cinta. Saat tangan kekar suaminya merengkuh tubuhnya dengan lembut. Alena menggigit bibir bawahnya, desahan halusnya mulai berirama mengikuti gerakan jemarinya sendiri.

"Shhh... Ahhh... Remas lebih kuat, Tama!"

Racauan Alena semakin menjadi. Malam pertama itu penuh kenangan manis yang selalu menari dalam ingatannya. Dulu, Tama tidak hanya menatapnya dengan penuh damba, tetapi juga menyerahkan seluruh perhatiannya.

"Ouhhh... Tama... Ini sangat enak...."

Alena membusungkan dadanya, menikmati stimulasi yang terpaksa ia ciptakan sendiri. Sentuhan mandiri itu memberikan kehangatan yang sudah lama tidak ia dapatkan dari suaminya.

"Tama... Ouhhh... Lakukan lebih cepat! Aku sudah tidak tahan lagi...." Racaunya.

Di luar, Aston merentangkan kedua tangannya. Jam dinding klasik menunjukkan pukul dua belas malam. Rasa kantuk mulai menyerang. Sambil mematikan televisi, ia bangkit menuju kamar tamu. Sudah dua hari ini AC di kamar utamanya mati, sehingga ia terpaksa mengungsi ke kamar tamu.

Aston mengira Iparnya sudah kembali ke atas. Namun, saat ia mendorong pintu kamar, suara gemercik shower dari kamar mandi masih terdengar. Langkah Aston tertahan.

Pintu kamar mandi itu rupanya tidak tertutup rapat, menyisakan celah kecil. Aston bermaksud untuk mengetuknya, tetapi gerakan pria itu mendadak kaku. Melalui celah sempit itu, ia bisa melihat dengan jelas siluet tubuh Iparnya yang tanpa busana di balik dinding kaca yang basah, lengkap dengan suara desahan tertahan yang mengalun di sela gemercik air.

Aston menegang. Sebagai seorang dokter spesialis, tubuh wanita bukanlah hal asing baginya. Namun, melihat Iparnya berada dalam situasi seintim itu di kamarnya, membuat sudut matanya menggelap. Pria paruh baya itu berdiri tak bergerak selama beberapa saat, mengamati dalam keheningan yang dingin sebelum akhirnya melangkah mundur dengan sangat pelan, lalu merebahkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan mata.

Dua puluh menit kemudian, Alena baru saja menyelesaikan pelepasan hasratnya. Tubuhnya bersandar lemas pada dinding marmer kamar mandi. Setelah berhasil mengontrol napasnya, ia mengeringkan tubuh dan mengenakan kembali dasternya.

Namun, begitu melangkah keluar kamar mandi, jantung Alena seolah berhenti berdetak. Matanya membelalak sempurna saat melihat Iparnya sudah berbaring di atas ranjang.

Apa Kak Aston melihatku? batin Alena didera kecemasan luar biasa. Bagaimana bisa ia lupa kalau Iparnya sedang mengungsi di kamar tamu?

Dengan langkah super pelan dan diselimuti ketakutan, Alena menyelinap keluar dari kamar tamu. Tuhan, bagaimana jika Iparnya melihat semuanya?

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status