Di sisi lain, Ethan sedang duduk sendirian di dalam ruangan toilet yang sempit, beralaskan lantai marmer yang dingin, dalam keadaan pintu luar yang terkunci rapat. Seragam putihnya masih dipenuhi oleh noda lumpur coklat yang mengering. Awalnya, bocah kecil itu sempat mencoba membuka pintu dengan memutar knopnya beberapa kali, tetapi tidak berhasil. Ethan terus mencoba lagi dengan sabar, dan hasilnya tetap saja sama. Hingga pada akhirnya, si kecil itu pun menyerah untuk melakukan usaha yang sia-sia, lalu memilih untuk duduk diam di sudut ruangan. Mungkin, jika situasi menyeramkan seperti ini dialami oleh anak-anak seusianya yang lain, keadaan tersebut akan langsung memicu rasa ketakutan yang besar hingga membuat mereka menangis, panik, atau berteriak histeris meminta pertolongan. Tapi Ethan tidak melakukan semua itu. Ia hanya duduk memeluk kedua lututnya sendiri dalam diam yang pekat. Kondisinya tampak sangat tenang, bertolak belakang dengan isi kepalanya yang saat ini terasa
Last Updated : 2026-07-10 Read more