‘Brengsek! Di saat seperti ini saja dia masih bisa menggodaku. Alexander, kau memang tidak berubah sama sekali,’ rutuk Evelyn dalam hati, mencoba menata detak jantungnya yang berdebar tak karuan di tengah keremangan. "Bisakah kau serius, Alexander? Aku mencium aroma darah di dekat kita," ucap Evelyn tegas, menuntut keseriusan dari pria di hadapannya. Samar-samar Evelyn melihat siluet hitam tubuh Alexander berhenti di dekat dinding. Tap! Tap! Tap! Tap! Satu per satu rangkaian lampu di ruangan bangunan itu menyala terang mendadak, seketika membuat pandangan Evelyn silau usai beberapa saat berada dalam kegelapan pekat. Bersamaan dengan cahaya benderang yang kini menerangi seluruh ruangan, Alexander menjawab omelan Evelyn barusan dengan tatapan matanya yang sangat dalam. "Aku serius, Evelyn. Hanya aroma tubuhmu yang memabukkanku yang terus membayangi pikiran ini," ucap Alexander pelan namun menusuk tajam. Alih-alih mendengarkan rayuan Alexander, mata Evelyn langsung terbel
Última actualización : 2026-09-21 Leer más