"Kakek, aku pulang..." bisik Evelyn lembut seraya berlutut dan mengecup buku-buku jari sang kakek buyut. Di sisi lain ranjang, Xavier memeriksa indikator medis dan denyut nadi Jenderal Raymond O'Conner dengan cermat. Kondisi sang Jenderal sangat kritis. Organ tubuhnya mengalami kegagalan fungsi akibat usia yang terlampau senja. "Kakek, bertahanlah... Jangan seperti ini," isak Evelyn, mencoba menahan air mata seraya menuntun Xander mendekat. "Lihat, Kek. Ini Xander..." Jenderal Raymond membuka kelopak matanya yang berat dengan perlahan. "Evelyn... kau sudah kembali, Nak?" sahutnya lemas. "Dan ini si kecil Xander? Kemarilah, Nak... mendekat pada Kakek Buyut..." Xander mendongak menatap ibunya. Usai Evelyn mengangguk lembut, si cilik genius itu mendekat dan membiarkan jemari renta Kakek Buyut menyentuh pipinya. Suasana kamar perawatan berubah kelabu. Sophia terisak dalam pelukan Jenderal Arthur, sementara tangis Ethan pecah ditahan di samping sang ibu. Pintu kamar terbuka t
Last Updated : 2026-09-12 Read more