“Ada aku di sini, tapi dia malah menanyakan Ren?” kesal Sean di dalam hatinya.Sepercik rasa cemburu pun muncul, membuat mood-nya jadi jelek. Wajahnya yang semula berseri, kini seperti digelayuti oleh awan mendung.“Huh! Apa aku kurang menarik dibandingkan lelaki itu?" geramnya kemudian.Dengan wajah sebal level maksimalnya itu, Sean bertanya ketus, “Siapa bilang Ren akan ikut dengan kita?”Sebelah alis Catherine langsung terangkat. “Maksudnya, kau yang menyetir?” tanyanya memastikan.“Jangan menguji kesabaranku, Cathie!” sungut Sean. Menepuk-nepuk kursi yang tengah dia duduki, Sean lantas menyindir, “Matamu itu masih normal, ‘kan? Maksudku, bisa melihat kalau aku duduk di sini.”Lelaki itu menjeda kalimatnya sebentar untuk menarik napas. Lalu dia hembuskan dengan kencang, sekalian melampiaskan rasa dongkol di dalam hati.“Itu artinya aku yang menyetir, Cathie. Masa iya kau perlu menanyakan hal seperti ini.”Catherine mencebikkan bibirnya. “Aku belum pernah melihatmu menyetir sendiri.
Dernière mise à jour : 2026-07-21 Read More