“Ngh … stop!” pinta Catherine begitu ada kesempatan.Permintaan gadis itu bukannya tanpa alasan. Permainan Sean terlalu liar. Dia tidak sanggup untuk mengikuti.“Aku … ugh, tidak bisa … napas!”Merasa Catherine begitu cerewet, Sean menjadi sedikit kesal. Karena bad mood itulah, dia memutuskan untuk mengakhiri permainannya.“Baru lima menit saja, kau sudah menyerah. Sepertinya kau perlu training khusus,” omel Sean.Baru saja Catherine bernapas lega, sekarang dadanya bagai kembali dihantam oleh palu gada. “A-apa?” tanyanya tak percaya.Sean tersenyum miring. Diusapnya lembut bibir Catherine yang masih basah sembari berkata, “Tadi kau tanya apa bayarannya, ‘kan?”“Jangan bilang …” Catherine merinding sebadan-badan. “Kalau tidak bilang, bagaimana bisa kau tahu?” Sean kembali bertanya. Dan kali ini, lelaki itu mendongakkan dagu Catherine. Memaksa Catherine bertatap mata dengannya.“Simpel saja. Setidaknya sebulan sekali, kau akan tidur denganku,” ucap Sean. Bukan tawaran, bukan pula per
Última actualización : 2026-06-01 Leer más