"Ya Tuhan, tidak bisa ya aku hidup dengan tenang sehari saja?" Pikir Ridhika. Dia yakin wajahnya juga sememelas pikirannya tersebut.Sekarang, tidak heran Bagastya mempertanyakan gaya riasannya tadi. Jangan-jangan pria itu sudah tahu dia akan "diserang" seperti ini! "Dasar bodoh!" Omel Ridhika dalam hati."Bertamu ke sini, tapi tidak mau bicara dengan tuan rumah, ya?" Si gadis asing bicara dengan nada mencemooh, sekali lagi. "Kau tidak berpikir protagonis derajatnya lebih tinggi dari antagonis, kan?""Oh, tidak! Tidak sama sekali, kok," balas Ridhika cepat, sebelum pembicaraannya melebar ke hal lain yang lebih berpotensi menghasilkan masalah. "Aku hanya datang untuk menonton dan ngobrol dengan Bagastya sebentar. Sebenarnya, aku bahkan baru mau pergi sekarang."Sekadar basa-basi, Ridhika sedikit membungkukkan tubuhnya dengan sopan. Padahal, baru saja mau santai, dia malah harus siaga menjadi pelayan Adishra lagi. "Biarlah. Daripada terlibat masalah," batinnya.Akan tetapi, baru saja
Baca selengkapnya