"Aku ... mengorbankan diri?" Ridhika menelan ludah. Bertanya-tanya, sejauh apa pengorbanan yang dimaksud Bagastya."Iya, teman-temanku tidak boleh ketahuan. Jadi, jika ada sesuatu yang salah, kau tampakkan dirimu. Akui sendiri.""Oh! Maksudmu, itu! Untuk sesaat, aku berpikir ada pengorbanan manusia atau semacamnya." Ridhika menghela napas lega, baru saja dia hampir membayangkan sebuah ritual aneh untuk pengorbanan.Di sisi lain, Bagastya menatap gadis itu dengan pandangan aneh. Beberapa kali membuka mulut, tetapi tidak jadi berbicara, "Kenapa kau bisa berpikir begitu? Memangnya kami ini apa?""Ya, mana kutahu! Di Akademi ini kan banyak hal aneh." Ridhika mengangkat bahunya acuh. "Jangan khawatir, rencanaku juga begitu, kalau ada yang salah. Aku tidak akan membiarkan kalian menanggung akibat dari ide gilaku.""Baguslah kalau kau sadar ini gila," gerutu Bagastya. Masih kesal karena pikiran Ridhika tentang dia dan teman-temannya barusan.Pria itu lalu berdiri, menepuk-nepuk celananya, se
Baca selengkapnya