"Kamu tidak akan perlu baju-baju ini, kalau sudah tinggal di Akademi, Ridhi." Ridhika tidak menghiraukan perkataan Ibunya tersebut. Alih-alih, tangannya terus bergerak mengemasi baju-bajunya yang didominasi warna hitam dan merah ke dalam sebuah koper berukuran sedang. Sejak pagi, telinganya sudah dibuat panas oleh nasihat Ibu yang tanpa henti. Di Akademi nanti kamu harus begini, jangan begitu, lebih baik seperti ini, jangan coba-coba begitu. Bla, bla, bla. Semuanya hanya masuk kuping kiri, keluar kuping kanan. "Ridhi! Kamu dengar apa kata Ibu?" "Ck! Iya, iya," Ridhika beranjak dari atas kasur, menarik kasar beberapa selendangnya yang dijemur di luar ambang jendela. "Kalau Ibu cuma mau mengomeli Ridhi, lebih baik Ibu keluar saja, deh!" "Bukan begitu. Ibu cuma-" "Eh! Ridhi," seorang tetangga yang kebetulan lewat menyapa dengan ramah. "Mau siap-siap berangkat ke Akademi, ya?" Ridhika spontan mengangkat sebelah alisnya, lantas memandangi si tetangga dari atas ke bawah dengan ekspr
Last Updated : 2026-06-03 Read more