"Kamu baik-baik saja, Rayyan?" Rayyan menoleh. "Ada apa Chintya?""Apa kamu baik-baik saja?" Chintya mengulang pertanyaannya. Rayyan menghela nafas pendek. "Tidak terlalu baik, sih." Mendengar itu, Chintya meraih telapak tangan Rayyan lalu menggenggamnya erat. Seketika rasa hangat yang sulit dijelaskan menyebar ke seluruh tubuh Rayyan. Pikirannya yang sempat kacau perlahan menjadi tenang dan jernih."Terima kasih, Chintya." Chintya tersenyum. Senyum yang berbeda dari biasanya. Senyum yang penuh kasih. "Kalau masih ada yang mengganjal di pikiranmu, kamu bisa cerita ke aku," ucap Chintya lembut. "Aku pasti mau mendengarkan semua keluh kesahmu." lanjutnya. Rayyan balas tersenyum. Tapi tiba-tiba Ia menyadari sesuatu yang aneh. "Oh ya, Chintya,""Ada apa?""Sejak kapan kamu jadi perhatian begini?""Hah?" Chintya menoleh bingung. "Yah, melihat seseorang yang suka jahil dan bercanda berubah jadi penuh perhatian cukup... Mengerikan tahu?"Rayyan sengaja balik menggoda Chintya, p
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya