Share

Bab 19 - Hari Libur

Author: Si Pengkhayal
last update publish date: 2026-06-20 17:00:53

Pagi hari.

Ruang makan pelayan tidak seperti biasanya. Meja dan kursi yang biasanya penuh kini tampak sepi.

Di antara tiga meja makan, hanya satu yang digunakan. Sarapan yang disediakan pun hanya terdiri dari satu termos yang diisi nasi sampai seperempatnya.

Oh, dan juga satu piring berisi ikan bakar yang lumayan besar.

Di sisi lain minuman tidak dihidangkan. Siapapun yang ingin minum bisa mengambil sendiri dari galon yang ada disana.

Rayyan d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 66 - Threesome

    Jam di dinding menunjukkan pukul sembilan malam. Kediaman Sanjaya sudah terlelap dalam keadaan tidur. Lampu-lampu kamar dimatikan, menyisakan lampu di beberapa ruang utama dan di taman. Suasana hening dan sunyi. Dan disinilah Rayyan berada, kuduk di tepi kasur milik Yuni dalam keadaan gelisah. Salah satu kakinya terus-menerus menghentak. "Haahh.. Apa ini akan baik-baik saja?" Rayyan menatap ke luar jendela. Langit malam disertai bulan dan secercah bintang tampak indah. Tapi bukan itu yang sedang ia pikirkan melainkan keputusan untuk melakukan threesome. "Uh.. Apakah harusnya aku memikirkannya dengan lebih baik?""Tapi.. Apa bedanya threesome dengan yang selama ini kulakukan?" gumamnya. Setelah Rayyan pikirkan lebih lanjut, seharusnya tidak ada alasan untuknya khawatir melakukan threesome dengan Yuni dan Vanya.Hal itu sama saja dengan kegiatan cabulnya selama ini dengan Chinty

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 65 - Yuni yang Cabul

    Sebuah mobil hitam memasuki kawasan perumahan elit.Satpam yang berjaga segera berdiri dan menunduk hormat, lalu mempersilakan mobil tersebut masuk.Mobil itu melaju perlahan menyusuri jalan beraspal yang rapi. Di sepanjang jalan, mereka melewati deretan rumah besar dan mewah dengan halaman luas.Sesampainya di ujung jalan, mobil itu berhenti di depan sebuah rumah paling besar di kawasan tersebut.Bangunannya berdiri megah dengan taman luas yang terawat di sekelilingnya.Kediaman Keluarga Sanjaya.Gerbang dibuka lalu mobil itu meluncur masuk.Setelah berhenti, Rayyan dan Albert turun dari mobil. "Langsung bawa satu kardus sayuran ke dapur, Rayyan." perintah Albert. Rayyan mengernyitkan dahi. "Huh? Kenapa tidak ditaruh gudang seperti biasa?""Dapur sedang kehabisan stok sayur. Sisa kardusnya akan kuletakkan sendiri di gudang." "Baiklah."Rayyan pun mengambil salah satu kardus di bagasi mobil, mengangkatnya lalu membawanya pergi ke dapur.Suasana di dapur terlihat sedikit kacau. Uap

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 64 - Berciuman

    Rayyan berdiri mematung di depan roller coaster yang sedang melaju di rel. Kereta di wahana itu menanjak naik ke puncak, lalu meluncur deras ke bawah. Hembusan angin dan teriakan para penumpangnya bercampur."Waahh!!!""Tolongg!!!"Beberapa penumpang tampak memegang perut dengan muka pucat. Sepertinya wahana itu memang tidak cocok untuk semua kalangan. Rayyan sendiri terdiam saja dengan wajah kusam."Kenapa aku harus kesini?" "Kenapa pula aku harus menuruti Yuni.." gerutunya. Ia menghela nafas panjang. "Sialan.""Jika kau punya keluhan, sampaikan langsung di depanku, Rayyan." tegur Yuni. Wanita itu datang sambil membawa es krim warna-warni di kedua tangannya. Pakaiannya cerah dan terlihat cocok untuk bermain-main. Vanya mengekor di belakang kakaknya. Gadis itu datang dengan memakai kemeja longgar, rok panjang, dan kacamata yang membuat penampilannya semakin terlihat seperti seorang kutu buku.Orang-orang yang melihat mereka mungkin akan mengira ketiganya sedang tidak bersemang

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 63 - Keberanian yang Mulai Tumbuh

    Rayyan dan Hanya bangkit lalu perlahan berjalan masuk ke lorong antar rak buku di pojok ruangan. Itu adalah satu-satunya tempat dimana pandangan seseorang pasti kesusahan untuk menjangkaunya. Dan disanalah mereka akan berpose."Uh.. Ini, seriusan, Rayyan?" tanya Vanya gugup.Rayyan menelan ludah. "Kalau tidak begini pasti kita nanti dimarahi Yuni." "I-iya, sih. Tapi ini..."Vanya menoleh ke sekeliling, memastikan tempat mereka saat ini benar-benar terisolasi dari mata siapapun. Namun, meskipun ia tahu posisinya sudah aman, rasa khawatir tetap saja masih menghantuinya.Kalau ada satu orang saja yang tidak sengaja menuju ke lorong rak itu dan melihat mereka berdua... Vanya tidak yakin bisa tidur dengan nyaman. "Uhh... Harusnya aku tetap tidur di kasur saja." gerutunya pelan. Rayyan di sampingnya juga berpikiran sama. "Ehem."Deheman yang tiba-tiba itu membuat Ra

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 62 - Merayu

    Rayyan duduk termenung di tepi kasur milik Yuni. Pikirannya melayang pada kejadian yang baru saja ia alami. Fakta bahwa Yuni adalah seorang pembuat komik 18+ dan sedang berencana untuk membuat dirinya sebagai salah satu karakter komik cukup mengganggunya."Haaah... "Rayyan menghela nafas panjang. "Pembuat komik dewasa.. Apa semua orang mengetahui hal itu?"Rayyan tidak bisa membayangkan kalau anggota keluarga Sanjaya yang lain mengetahui tentang fakta itu. Yang lebih aneh adalah jika Kakek Arman mengetahuinya. Dia tahu cucunya seseorang yang cabul tapi dia terima begitu saja? Uh.. Membayangkan itu membuat Rayyan bergidik sendiri. Cklek.Pintu kamar dibuka. Yuni datang dengan membawa Vanya di belakangnya. Begitu melihat Rayyan, Vanya langsung tersipu malu. "A-ah.. Apa yang kamu lakukan disini, Rayyan?" "Uh, yah..." Rayyan tidak tahu harus menjawab bagaimana. Ia menoleh ke arah Yuni, memberinya isyarat untuk menjelaskan semua hal yang sudah terjadi.Yuni membalas lirikan

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 61 - Kesepakatan yang Cabul

    Yuni berjalan di menuju kamarnya dengan cepat. Di belakang, Rayyan mengikuti dengan pikiran yang kembali dilanda kekhawatiran dan ketakutan. "Apa yang akan dia lakukan padaku?"Keduanya menaiki tangga menuju lantai dua, berjalan di lorong panjang hingga sampai di kamar milik Yuni. Pintu kamarnya berwarna ungu —warna yang berbeda dengan kebanyakan ruangan yang berwarna dasar kuning. Yuni membuka pintu lalu masuk. Kali ini Rayyan tidak mengekor, ia takut kalau menimbulkan kesalahpahaman dengan ikut masuk.Namun ucapan Yuni membuatnya terkejut. "Ayo masuk,""Eh?"Rayyan mengernyitkan dahi. Yuni memiringkan kepala. "Apa yang kamu lakukan? Ayo masuk sini." "Ah, anu.. Tapi bukannya nanti bakal menim—""Masuk atau rahasiamu bocor." potong Yuni cepat. "Uh, baik, baik." Rayyan segera ikut masuk ke dalam.Yuni menutup pintu. Di dalam, Rayyan terus menundukkan kepala. Ia khawatir kalau melihat apapun di kamar Yuni akan membuat wanita itu marah padanya. Sementara itu, Yuni dengan san

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 4 - Tempat Kerja yang Memuakkan

    Mendengar namanya disebut, sosok perempuan itu berbalik. Lampu jalan yang samar-samar menampakkan wajahnya yang familiar. Rayyan menyipitkan mata, hampir saja ia mengalihkan pandangan karena tidak sudi melihat Desi. "Eh, Rayyan..." gumam Desi canggung. Gadis itu spontan menundukkan kepala. Matan

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 3 - Tawaran yang Menggiurkan

    "Iyaaaa!!! Aku dan Rayyan ada disini! Kamu jangan masuk, yaa!!" Bukannya merasa takut atau khawatir, Chintya justru berteriak kencang untuk menjawab panggilan pelayan. "Eh, C-Chintya!" tegur Rayyan gugup. Ia melirik ke arah pintu, takut pelayan masuk. Akan tetapi hal itu tidak terjadi. Alih-alih

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 2 - Wanita yang Cantik

    Sepanjang perjalanan, Rayyan hanya bisa terdiam. Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan, tetapi tidak satu pun ia ucapkan.Lebih tepatnya, ia merasa mengajukan pertanyaan pun tidak ada gunanya. Kakek tua itu selalu menjawabnya bahkan sebelum pertanyaan sempat keluar dari mulutnya."Sebenarnya apa

  • Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda   Bab 1 - Rayyan

    "Ahh.. Ahhh.. Yeaaahh.." Desahan seorang perempuan merembes keluar dari balik pintu hotel.Langkah Rayyan spontan berhenti. Tangannya yang hendak membuka pintu kamar hotel membeku di udara. Ia tercekat. "Suara itu kan... " Adegan panas sudah mulai terbayang di kepala Rayyan. Ia menggeram, tangann

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status