Rayyan berjalan menyusuri lorong hotel. Kloter pertama sudah selesai. Di sampingnya, pintu-pintu mulai terbuka, para peserta keluar dengan raut wajah masing-masing.Beberapa tampak biasa saja sementara sebagian besar mengerutkan dahi, mengeluh kesal. "Sial, susah sekali babak penyisihan ini." "Hei, kau benar. Pengawasku terus melihatku dengan sinis. Aku jadi khawatir dia tidak suka dengan teknik pijatku." "Memang lomba ini hanya untuk para profesional saja." Mendengar semua keluhan itu, Rayyan justru merasa heran. "Memangnya sesulit itu?" batinnya. Selama babak penyisihan tadi berlangsung, Rayyan sama sekali tidak merasa kesusahan apalagi sampai ditatap sinis oleh pengawas. Ia hanya fokus dengan proses pijat hingga akhirnya waktu selesai. Bima, pengawasnya saat itu, bahkan sempat menjabat tangannya dengan ramah sebelum ia meninggalkan ruangan."Yah.. Standar kesulita
Read more