Darah, aku melihat darah di ujung jariku. Warna merah segar, hangat, mengalir dari pelipis kananku ke pipi, ke dagu, menetes ke baju putih yang aku pakai. Aku mendengar suara-suara teriakan, langkah kaki, suara klakson mobil di kejauhan tapi semuanya terdengar seperti dari balik air."Madam! Madam!" Suara Gianna. Di luar, para pengawal yang biasanya mengikuti dari jarak aman, sudah turun dari mobil mereka. Aku melihat bayangan-bayangan hitam berlarian ke arah kami. Beberapa orang dari mobil lain juga berhenti, turun, mencoba membantu. Seorang pria paruh baya membuka pintu mobil di sisiku."Nona, kau bisa keluar? Nona, kau mendengar saya?"Aku mengangguk pelan.Gianna sudah di luar. Aku melihatnya dari kaca spion yang retak. Wajahnya pucat, ada darah di lengan bajunya, entah darah siapa. Dia berlari ke arahku, mendorong pria yang mencoba membantuku, dan meraih tanganku."Madam, ikut saya. Cepat.""Gianna, kau...""Aku tidak apa-apa. Madam yang penting selamat."Dia menarikku keluar da
Leer más