Rasanya lapar mulai mengganggu pikiranku. Aku turun dari kamar menuju ruang makan. Biasanya, meja makan sudah tertata rapi dengan makanan yang mengepul hangat. Hari ini, tidak berbeda. Namun yang berbeda adalah sosok yang berdiri di samping meja, mengawasi setiap detail dengan mata tajam.Davina. Kepala pelayan baru.Dia menyambutku dengan senyum manisnya. "Selamat siang, Madam. Makanan sudah siap. Saya sudah menyusun menu khusus untuk hari ini. Ada sup krim jamur sebagai pembuka, salad sayuran organik dengan saus madu, ikan panggang dengan saus lemon, dan sebagai pencuci mulut, panna cotta dengan saus berry."Aku melirik meja. Semuanya tampak sempurna. Bahkan lebih sempurna dari biasanya. Tata letak piringnya simetris. Peralatannya mengilap. Hiasan peterseli ditata dengan presisi seorang koki berbintang."Terima kasih," kataku datar."Sama-sama, Madam. Selamat makan."Davina membungkuk sedikit lalu berjalan ke dapur. Kakinya melangkah pelan, tidak bersuara, seperti diajarkan di seko
Leer más