Sementara itu, di sudut pemukiman yang berjarak beberapa kilometer dari rumah Zhui, suasana hangat yang jauh lebih sederhana tengah terpancar. Di teras rumahnya, Ibu Sean sedang sibuk menata bahan-bahan dan wadah untuk dagangan kuliner kecil-kecilan yang biasa ia jual sabtu pagi. Kepulan uap dan aroma gurih rempah memenuhi udara sore yang hangat. Sean berdiri di ambang pintu, memperhatikan kesibukan ibunya dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana. "Bu, besok Sean boleh ikut jualan?" tanya Sean tiba-tiba. Ibunya menghentikan gerakannya sejenak, menoleh dengan kening berkerut heran. "Emang kamu mau? Nanti pakaianmu kotor, loh." "Nggak apa-apa, Bu. Sekali-sekali," sahut Sean pelan. "Kalau beneran mau, coba izin ke Bapak sana di belakang," ujar Ibunya tersenyum tipis, heran melihat putra tunggalnya yang mendadak menawarkan bantuan tanpa diminta. "Ya kan emang mau coba aja, Bu. Lagian besok sekolah libur," kilah Sean seraya berbalik menuju bagian belakang rumah. Sebena
Última actualización : 2026-07-31 Leer más