Pintu kemudian tertutup. Yuniver tetap duduk di tempatnya, menatap pintu dengan pikiran yang semakin berat. Ia tahu Vincent sedang marah dan bukan orang yang mudah menerima kekalahan. Namun, yang lebih mengganggunya adalah perjanjian tentang keluarganya, gelar Duke, dan janji yang pernah dibuat Yuniver asli kepada Vincent.Jika semua itu berkaitan dengan kematian Ditrian dalam cerita asli, Yuniver tidak boleh membiarkan Vincent bertindak sesuka hati. Ia menghela napas panjang dan bersandar di kursinya. Sekarang, ia merasa telah menyentuh bagian paling berbahaya dari cerita yang selama ini berusaha ia ubah.***Ketika Ditrian akhirnya kembali ke kediaman, hari sudah mulai sore. Suara langkah para pelayan terdengar samar di lorong, sementara Yuniver masih duduk di ruang tengah dengan pikirannya yang sejak tadi tidak bisa tenang. Percakapannya dengan Vincent terus terbayang di kepalanya, terutama ketika pria itu mengingatkannya tentang sebuah perjanjian yang bahkan tidak ia ingat pernah
Leer más