Sejak Yuniver sadar, Ditrian hampir tidak pernah meninggalkannya. Awalnya Yuniver mengira pria itu hanya ingin memastikan kondisinya setelah kejadian kemarin. Namun semakin lama hari berjalan, semakin jelas bahwa Ditrian memang sengaja menghabiskan waktunya di dalam kamar bersamanya.Bahkan ketika Yuniver mengatakan bahwa dirinya sudah merasa jauh lebih baik, Ditrian tetap tidak beranjak dari tempatnya.Ia duduk di kursi dekat ranjang sambil membaca beberapa laporan yang dibawa Kael. Sesekali ia menanyakan keadaan Yuniver, memastikan apakah kepalanya masih sakit, apakah ia merasa pusing, atau apakah ada bagian tubuhnya yang terasa nyeri. Pertanyaannya selalu singkat, tetapi terus berulang sepanjang hari."Kepalamu masih sakit?""Sudah tidak terlalu.""Pusing?""Sedikit.""Berbaringlah."Yuniver menurut dan beberapa saat kemudian, ketika ia bangun untuk mengambil air sendiri, suara Ditrian langsung terdengar dari belakang."Jangan."Yuniver berhenti dan menoleh."Aku hanya ingin mengam
Ler mais