Para pelayan sudah berbaris rapi di depan pintu utama saat mobil mereka berhenti. "Selamat datang, Tuan Albert. Selamat datang, Nyonya." Sapaan itu membuat langkah Zafira sedikit terhenti. Nyonya. Dulu, panggilan itu pernah membuatnya diam-diam bahagia.mIa merasa akhirnya menjadi bagian dari hidup Albert.mSekarang, mendengarnya justru terasa asing. Zafira memaksakan senyum kecil lalu mengikuti Albert masuk ke dalam rumah. Begitu melewati pintu utama, perasaan yang sulit dijelaskan langsung memenuhi dadanya. Rumah itu hampir tidak berubah. Tangga besar di tengah ruangan. Lampu gantung kristal, ruang tamu yang luas. Bahkan beberapa lukisan di dinding masih berada di tempat yang sama. Padahal bagi orang lain, ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki di rumah tersebut sebagai nyonya rumah. Namun bagi Zafira, setiap sudutnya terasa begitu familiar. Bahkan terlalu familiar. Ia tahu di mana ruang kerja Albert berada. Ia tahu kamar tamu mana yang paling jarang digunakan. Ia bah
Terakhir Diperbarui : 2026-06-14 Baca selengkapnya