Setelah keluarga Pratama meninggalkan rumah, suasana kediaman keluarga Hendro masih dipenuhi kegembiraan. Para pelayan lalu-lalang membereskan ruang tamu, sementara beberapa kerabat yang belum pulang masih membicarakan pertunangan yang baru saja terjadi.Semua orang tampak bahagia. Semua orang, kecuali Zafira. Ia berdiri di balkon lantai dua, menatap taman yang perlahan mulai sepi. Angin sore berembus pelan, tetapi tidak mampu meredakan sesak di dadanya. Baru beberapa jam lalu ia kembali melihat Albert Pratama.Pria yang pernah menjadi suaminya. Pria yang berdiri di samping tubuhnya saat ia sekarat. Dan kini, pria yang justru menjadi teka-teki paling besar dalam hidupnya. Jika Albert benar-benar ingin membunuhnya, ia tampak begitu menyesal? Namun jika tidak, mengapa semua itu tetap berakhir seperti kemarin? Semakin dipikirkan, semakin tidak ada jawaban yang bisa ia pegang.“Fira.”Suara lembut dari belakang membuatnya menoleh. Vivi berdiri di ambang pintu sambil membawa dua cangkir t
Last Updated : 2026-06-06 Read more