Dua jam kemudian, aku menandatangani surat pernyataan kematian putriku, membantu dokter membawa jenazah putriku ke ruang jenazah.Tepat pada saat itu, Andre baru menghubungiku.Begitu sambungan terhubung, terdengar suara musik yang memekakkan telinga hingga hampir membuat kepalaku pecah.Suasana hati Andre tampaknya sangat baik, dia bertanya dengan suara keras, "Winda, kenapa kamu menghubungiku berkali-kali, mungkinkah putri kita merindukanku ….""Kenapa kamu meninggalkan putri kita di tengah operasi? Andre, kamu sudah berjanji akan membuatnya sehat kembali!"Aku menahan amarah, hampir berteriak saat menyela ucapannya.Di seberang telepon, Andre terdiam beberapa saat.Lalu, Andre berkata dengan nada acuh tak acuh, "Winda, maaf, ini memang salahku, tapi kondisi putra Diana sangat kritis, nggak bisa ditunda. Tenang saja, aku sudah mendapat kabar ada pendonor jantung baru, dua hari lagi aku akan menyiapkan operasinya …."Dua hari lagi?Apa dia masih ingat bahwa dia meninggalkan putrinya d
Ler mais