FAZER LOGINPutriku menderita penyakit jantung bawaan. Butuh waktu lima tahun, akhirnya mendapatkan donor jantung yang cocok. Sebelum masuk ke ruang operasi, suamiku yang merupakan ahli bedah jantung berjanji padaku dengan mata berkaca-kaca, "Sayang, tenang saja, aku janji akan membuat putri kita sehat kembali." Namun di tengah operasi, suamiku buru-buru meninggalkan ruang operasi tanpa memberikan penjelasan sedikit pun. Aku bergegas masuk ke ruang operasi sambil terhuyung-huyung. Dada putriku telah disayat terbuka, dan tubuhnya bersimbah darah. Asisten suamiku yang berada di samping berbicara dengan gugup, "Dokter Andre bilang … katanya Yoan masih bisa menunggu, tapi kondisi putra Kak Diana jauh lebih kritis, jadi Dokter Andre membawa donor jantung yang seharusnya untuk Yoan … " Perasaanku sangat terpukul, aku terus-menerus menghubunginya seperti orang gila. Bahkan ketika putriku kehilangan banyak darah hingga meninggal, suamiku tetap tidak mengangkat teleponku …. Ketika sedang mengurus jenazah putriku, aku membaca unggahan di media sosial dari teman masa kecil suamiku, Diana Jatmiko. [Ternyata hanya salah diagnosis, bikin kaget saja. Karena sudah nggak berguna, jantung ini buat anjing kesayangan kami.] Di dalam video itu, anjing peliharaan Diana terlihat memakan jantung yang seharusnya didonorkan untuk putriku. Melihat tubuh putriku yang terbaring kaku, tidak ada lagi cinta yang tersisa di hatiku. Saat suamiku teringat putrinya di meja operasi, yang tersisa hanya ruangan kosong dan meja altar kecil ….
Ver maisKemarahan mereka membuat Diana ketakutan.Dia berlutut sambil menatap kotak abu jenazah putriku dengan kedua lutut yang gemetar tanpa henti, lalu dia meminta maaf kepada putriku, "Maafkan aku, Yoan. Ini salah Bibi, maafkan Bibi, ya. Jangan salahkan Bibi, salahkan ayahmu yang berperasaan, dia nggak layak disebut ayah ….""Bibi hanya menghubunginya sekali saja. Bibi nggak memaksanya, dia sendiri yang datang menemui Bibi.""Dia juga yang membawa pergi jantung yang seharusnya didonorkan untukmu, maafkan Bibi, ya. Kalau nggak, salahkan putraku saja, dia yang berbohong, dia yang membohongi ayahmu …."Ucapan Diana membuat semua orang kaget.Demi terbebas dari hukuman, Diana bahkan tega mengorbankan putranya sendiri ….Mata Andre memerah, dia menatap Diana dengan penuh amarah."Sialan! Yang mencelakai Yoan itu kamu! Kamu yang merayuku agar aku tidur denganmu. Kamu yang merayuku, menyebabkan aku kehilangan putriku! Dasar nggak tahu malu, kamu pantas mati, kamu pantas masuk neraka!"Dia menyeran
Hanya dalam waktu setengah jam, asisten kembali setelah mengambil obat anestesia.Dia melihat darah mengalir deras dari tubuh putriku telah membasahi meja operasi.Pada adegan berikutnya, asisten Andre buru-buru keluar untuk memanggilku masuk.Durasi video kurang dari setengah jam.Itu berarti Profesor Andre yang terkenal menyayangi putrinya, ketika kondisi putrinya sedang kritis, sang ayah hanya menemaninya setengah jam.Hanya karena satu panggilan telepon dari mahasiswinya, dia meninggalkan putri kandungnya sendiri tanpa ragu sedikit pun.Setelah video selesai diputar, karena marah, tubuhku gemetar tanpa henti.Namun aku tahu, saat ini masih ada hal lebih penting yang harus dilakukan.Aku menenangkan diri, kemudian mematikan ponsel.Tanpa memedulikan Andre yang wajahnya pucat pasi, aku berbalik dan menghadap ke arah para wartawan di bawah panggung."Aku sudah tahu kalian semua diundang Andre ke sini untuk mentertawakan Keluarga Surya, tapi hari ini kalian sudah menonton video yang me
Di video itu, terlihat Andre sedang sibuk mengoperasi.Dering telepon mengganggu konsentrasinnya. Andre tetap melanjutkan pekerjaannya sambil memberikan instruksi kepada asistennya, "Lihat siapa yang menelepon, kalau Nyonya yang telepon, nggak usah …."Asisten melihat nomor si penelepon dan menjawab pelan, "Dok, Kak Diana yang menelepon …."Sebelum asistennya selesai bicara, Andre langsung menaruh pisau bedahnya, lalu berbalik dan membentak asistennya, "Cepat angkat! Kenapa masih diam saja di sana?"Asisten melihat putriku di atas meja operasi.Setelah ragu sejenak, akhirnya dia mengangkat telepon dengan perasaan serba salah.Di seberang telepon, terdengar suara Diana sedang menangis."Andre, kamu yakin hasil pemeriksaannya itu salah diagnosis? Aku masih merasa nggak tenang. Saat bangun pagi ini, Ryan mengeluh nggak enak badan. Bisakah kamu datang dan memeriksanya sebentar ….""Diana, tenang saja. Pengamatanku nggak pernah salah, Ryan sehat kok ….""Andre, kamu sudah nggak peduli sama
Andre panik.Dia segera maju, lalu menatap abu jenazah yang dipegang ayahku."Ayah, Ayah terus bilang aku mencelakai Yoan, tapi kemarin Winda masih mengirimkan video Yoan padaku! Ryan juga masih mengobrol dengan Yoan beberapa hari lalu!"Aku menatap Andre, lalu membuka riwayat obrolanku dengan Andre di WhatsApp."Andre, lihat lagi dengan saksama, video yang aku kirimkan padamu itu direkam tanggal berapa?"Sekarang sudah memasuki musim hujan.Sementara di video itu, Yoan masih mengenakan pakaian musim kemarau.Andai saat itu Andre melihat lebih teliti lagi, dia pasti menyadari kejanggalan itu.Bahkan, kemungkinan besar dia belum membuka video itu.Andre menatap video dari ponselku sambil membelalakkan mata, wajahnya tiba-tiba memucat ….Dia menyadari kejanggalan itu.Lalu, dia segera berbalik dan menoleh ke arah anak laki-laki di samping Diana. Dia mencengkeram lengan anak itu sambil berteriak, "Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau hari itu kamu mengobrol dengan Kak Yoan? Kamu bohong












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.