Short
Dendam yang Mengakar di Jiwa

Dendam yang Mengakar di Jiwa

Por:  TinaCompleto
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Capítulos
40visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Putriku menderita penyakit jantung bawaan. Butuh waktu lima tahun, akhirnya mendapatkan donor jantung yang cocok. Sebelum masuk ke ruang operasi, suamiku yang merupakan ahli bedah jantung berjanji padaku dengan mata berkaca-kaca, "Sayang, tenang saja, aku janji akan membuat putri kita sehat kembali." Namun di tengah operasi, suamiku buru-buru meninggalkan ruang operasi tanpa memberikan penjelasan sedikit pun. Aku bergegas masuk ke ruang operasi sambil terhuyung-huyung. Dada putriku telah disayat terbuka, dan tubuhnya bersimbah darah. Asisten suamiku yang berada di samping berbicara dengan gugup, "Dokter Andre bilang … katanya Yoan masih bisa menunggu, tapi kondisi putra Kak Diana jauh lebih kritis, jadi Dokter Andre membawa donor jantung yang seharusnya untuk Yoan … " Perasaanku sangat terpukul, aku terus-menerus menghubunginya seperti orang gila. Bahkan ketika putriku kehilangan banyak darah hingga meninggal, suamiku tetap tidak mengangkat teleponku …. Ketika sedang mengurus jenazah putriku, aku membaca unggahan di media sosial dari teman masa kecil suamiku, Diana Jatmiko. [Ternyata hanya salah diagnosis, bikin kaget saja. Karena sudah nggak berguna, jantung ini buat anjing kesayangan kami.] Di dalam video itu, anjing peliharaan Diana terlihat memakan jantung yang seharusnya didonorkan untuk putriku. Melihat tubuh putriku yang terbaring kaku, tidak ada lagi cinta yang tersisa di hatiku. Saat suamiku teringat putrinya di meja operasi, yang tersisa hanya ruangan kosong dan meja altar kecil ….

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

Dua jam kemudian, aku menandatangani surat pernyataan kematian putriku, membantu dokter membawa jenazah putriku ke ruang jenazah.

Tepat pada saat itu, Andre baru menghubungiku.

Begitu sambungan terhubung, terdengar suara musik yang memekakkan telinga hingga hampir membuat kepalaku pecah.

Suasana hati Andre tampaknya sangat baik, dia bertanya dengan suara keras, "Winda, kenapa kamu menghubungiku berkali-kali, mungkinkah putri kita merindukanku …."

"Kenapa kamu meninggalkan putri kita di tengah operasi? Andre, kamu sudah berjanji akan membuatnya sehat kembali!"

Aku menahan amarah, hampir berteriak saat menyela ucapannya.

Di seberang telepon, Andre terdiam beberapa saat.

Lalu, Andre berkata dengan nada acuh tak acuh, "Winda, maaf, ini memang salahku, tapi kondisi putra Diana sangat kritis, nggak bisa ditunda. Tenang saja, aku sudah mendapat kabar ada pendonor jantung baru, dua hari lagi aku akan menyiapkan operasinya …."

Dua hari lagi?

Apa dia masih ingat bahwa dia meninggalkan putrinya di meja operasi, dengan dada tersayat terbuka hingga sekarat?

"Andre, putri kita sudah …."

"Kak Andre, Ryan sakit lagi, cepat ke sini periksa!"

"Kita bahas masalah ini nanti, anjing peliharaan Diana sedang sakit, aku mau periksa dulu, sudah dulu, ya."

"Andre!"

Sambungan terputus.

Melihat wajah putriku yang pucat dan dingin, sekujur tubuhku terasa lemas, lalu jatuh terkulai di lantai.

Di ruang jenazah yang bersuhu di bawah nol derajat, punggungku justru basah karena keringat dingin.

Rasa dingin itu menjalar dari punggung masuk ke jantungku.

Kata-kata terakhir putriku masih terngiang di telingaku.

"Bu, Ayah bilang, kondisi putra Bibi Diana jauh lebih kritis, jadi Ayah harus pergi menolongnya, Yoan pasti bertahan sampai Ayah kembali … Bu, jangan marah sama Ayah, ya …."

Namun, "Ayah" yang paling dia sayangi justru meninggalkannya saat kondisinya kritis.

Andre adalah ahli bedah paling terkemuka di dunia medis.

Selama ada hasil pemeriksaan, sekali lihat saja Andre sudah bisa langsung mengetahui penyakit pasiennya.

Aku tidak percaya dia tidak tahu bahwa anak Diana sebenarnya salah diagnosis.

Dia hanya ingin mengambil hati wanita yang dicintainya.

Dulu, aku masih memilih menutup sebelah mata.

Namun, kali ini dia telah mencelakai putri kami.

Dalam kondisi linglung, aku mengambil ponsel, lalu menghubungi ayahku.

Mendengar suara tangisanku, suara ayahku terdengar sedih.

"Winda, Ayah pulang tiga hari lagi, tenang saja, Ayah pasti akan membalas mereka semua."

Setelah menutup telepon, aku memeluk tubuh putriku yang dingin di ruang jenazah yang kosong sambil menangis ….

...

Karena putriku tidak suka keramaian, aku hanya mengundang sahabat-sahabat terdekat di pemakamannya.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
9 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status