Keheningan menyelimuti ruangan itu seketika. Hanya terdengar napas berat Mona yang memburu tertahan di kerongkongan, matanya menatap lurus ke manik mata Jordan yang kini tampak tajam dan dinginz tak ada sedikit pun kehangatan yang tersisa di sana. Pertanyaan itu begitu langsung dan menembus jantungnya, lidahnya terasa kelu, dia ingin menyangkal sekuat tenaga. Namun bibirnya tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun. "Kau diam saja," ucap Jordan pelan, nada bicaranya rendah namun terdengar mengerikan. "Keheninganmu ini yang menjawab semuanya." "Aku tidak diam karena bersalah," jawab Mona akhirnya, suaranya bergetar namun dia berusaha menatap lurus ke wajah suaminya. "Aku diam karena takut salah bicara, dan aku takut kau salah paham." Jordan melangkah mendekat, dia menatap wajah istrinya lekat-lekat seakan ingin menghafal setiap inci perubahan raut wajah yang tampak gugup itu. "Jangan sebut itu salah paham, Mona," u
Terakhir Diperbarui : 2026-08-07 Baca selengkapnya