Malam masih pekat saat mereka berangkat. Reyhan duduk di kursi belakang, di samping Mona yang masih terlihat lemah. Di pelukan Mona, bayi laki-laki itu tidur nyenyak, tak menyadari perjalanan yang sedang dijalani. Di depan, pengawal yang datang menjemput menyetir dengan tenang, tak banyak bicara. Hanya suara mesin dan deru angin yang membelah kegelapan malam. Reyhan menatap ke luar jendela. Pikirannya berputar tak henti-henti. Kembali berarti kembali ke tempat yang pernah menjadi penjara bagi Mona dan bayi yang baru lahir ini. Namun keputusan itu sudah diambil, dan Reyhan tak akan mundur. Demi Cindy, demi permintaan terakhir Jordan, dan demi menyelesaikan segala urusan dengan jujur dan berani. Mona sesekali menunduk menatap wajah bayi di pelukannya. Senyum tipis terukir di bibirnya, namun matanya tampak cemas. "Reyhan..." panggil Mona pelan, suaranya hampir tertelan suara angin. "Apakah kita
Terakhir Diperbarui : 2026-08-16 Baca selengkapnya