Matahari sore melukis langit dengan warna keemasan yang lembut, persis seperti bertahun-tahun lalu saat perjalanan ini bermula. Namun kali ini, tidak ada pelukan yang disembunyikan, tidak ada bisik-bisik yang penuh ketakutan, dan tidak ada pintu yang tertutup rapat. Semuanya terbuka, terang, dan damai. Reyhan duduk di beranda rumah itu, menatap ke arah halaman yang kini terlihat lebih hidup dari sebelumnya. Di sana, Cindy yang kini tumbuh menjadi gadis kecil yang cerdas dan berani sedang mengajari adik laki-lakinya berlari di antara bunga-bunga yang ditanam Mona sendiri. Tawa mereka terdengar jernih, memantul di udara yang bersih dan bebas dari segala beban masa lalu. Mona keluar membawa teh hangat, duduk di samping Reyhan seperti yang selalu dilakukan setiap sore. Wajahnya berseri, tidak lagi pucat atau penuh kekhawatiran. Garis halus di sudut matanya bukanlah tanda penuaan, melainkan jejak senyum yang tak pernah berhenti
Terakhir Diperbarui : 2026-08-20 Baca selengkapnya