Semilir angin berhembus pelan, mengusir kesunyian di malam hari. Rembulan malam bersinar terang, menerangi bumi yang tiada ujung. Bintang-bintang berkelap-kelip, membawa keindahan yang tiada dua.Di hutan belantara, dua orang muda-mudi sedang duduk di dekat api unggun yang membara. Yang laki-laki terlihat sedang membakar seekor kelinci, sementara perempuan sedang memejamkan mata di bawah pohon yang rindang."Buka matamu, aku tahu kau sedang berpura-pura tidur sekarang." ujar pria itu memasang wajah datar, sambil meniup-niup kelinci bakar itu agar tidak gosong.Perlahan gadis itu membuka matanya, namun menunjukkan tatapan yang kurang bersahabat. Lebih tepatnya tatapan penuh kemarahan."Cepat lepaskan totokanmu, kalau kau seorang laki-laki mari bertarung sampai mati!" Sang gadis meluapkan kekesalannya, tanpa bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun karena laki-laki itu menekan beberapa urat syarafnya."Aku tak punya dendam padamu, jadi buat ap
最後更新 : 2026-07-12 閱讀更多