Suara ringkikan kuda memecah keheningan malam, mengoyak sunyi hutan yang basah oleh hujan. Di tengah jalan setapak yang becek dan gelap, seekor kuda melaju kencang, menendang lumpur dan genangan air ke segala arah.Di atas punggungnya, seorang bocah lelaki kecil, tubuhnya ringkih namun genggamannya erat pada tali kendali. Nafasnya terengah, matanya sesekali menoleh ke belakang, penuh cemas seakan bayangan maut tengah memburunya dari balik kegelapan.Bocah itu terlihat terlalu kecil untuk menunggangi kuda secepat itu, namun gerakannya lincah, nyaris seperti seorang penunggang kawakan. Tapi jelas, bukan keberanian yang mendorongnya—melainkan rasa takut yang lebih dalam dari kematian itu sendiri.Ia tak tahu ke mana arah tujuannya. Tak ada peta. Tak ada rencana. Hanya satu tujuan yang merasuki seluruh pikirannya—menjauh... sejauh mungkin dari tragedi.Namun, gelapnya malam dan derasnya hujan yang baru saja reda membuat penglihatannya terbatas. Kuda itu tak sempat menghindari akar pohon b
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya