Di lereng Pegunungan Salju Utara, Sekar tiba-tiba berhenti, tangannya menekan dada.“Kenapa…” Jantungnya berdetak sangat cepat. Ia merasakan sesuatu, sebuah tekanan jauh di dalam tubuhnya.Puspaningrum memperhatikan.“Kau merasakannya?”Sekar mengangguk.“Pedang itu…”“Bukan.” Puspaningrum menatap kantong penyimpanan Sekar.“Pecahan segel.”WUUUNG!Kantong tersebut bergetar, Sekar segera memegangnya.“Apa yang terjadi?”“Segelnya sedang bereaksi.” Puspaningrum mengerutkan kening.“Karena Pedang Tengkorak?”“Ya.”“Kalau begitu Raka, dia…” Sekar menatap ke arah lembah.Puspaningrum memotong, “Dia sedang berada di ambang sesuatu.”“Apa?”“Antara menjadi pewaris…” Puspaningrum berhenti.“…atau menjadi korban Pedang Tengkorak.”Sekar membeku. “Aku harus kembali.”“Belum.” Puspaningrum menggeleng.“Kena
最後更新 : 2026-08-16 閱讀更多