"Tidak, Bu Ghea. Ibu tidak membunuh siapapun."“Biar saya yang menenangkan, Dokter,” bujuk Devan berharap diberi ruang untuk bisa berdua bersama Ghea demi bisa memberi ketenangan. Sang dokter pun mengangguk, ia menoleh pada perawat lalu pergi keluar memberikan ruang bagi sepasang suami istri itu menurutnya. "KARENA AKU TERLALU SAKIT!" Ghea mengaung kecewa, suaranya memecah keheningan ruangan. "Karena aku terlalu hancur! Karena suamiku meniduri sahabatku, menguras semua hartaku, dan membawa wanitanya ke rumahku! Dan aku—aku masih bodoh, masih percaya, masih berharap ada yang bisa diselamatkan!"Dia jatuh tertunduk. Isaknya semakin sesak, semakin parah, sampai bahunya berguncang hebat.Devan tidak tahan lagi. Dia duduk di tepi tempat tidur, tangannya dengan penuh hati-hati, ragu-ragu, dia meraih bahu Ghea dan menariknya ke arahnya.Ghea tidak menolak. Mungkin karena dia sudah terlalu lelah untuk menolak. Atau mungkin karena di tengah keterpurukannya, pelukan itu, pelukan dari pria ya
Last Updated : 2026-07-07 Read more