Hari ini adalah hari pemeriksaan putriku di rumah sakit.Mendengar perkataan putriku yang meminta uang, rasa bersalah di wajah Cedric langsung lenyap. Dia berdiri, lalu menunjuknya sambil menegurku dengan nada penuh kekecewaan, "Leslie, jadi selama ini kamu mengajari anak seperti itu?"Dengan tenang, aku menarik putriku ke belakang tubuhku. "Apa yang salah? Kalau nggak dapat cinta, setidaknya kami dapat uang. Jangan sampai dia seperti aku, baru sadar setelah bercerai."Cedric langsung terdiam. Di tengah kebuntuan itu, ponselnya kembali berbunyi.Suara putra Evra terdengar dari seberang sana. "Om Cedric, cepat datang! Om sudah janji mau menemani aku main roller coaster, 'kan?"Mendengar itu, putri kami menggenggam erat ujung bajuku. Dahulu, entah berapa kali dia ingin Cedric menemaninya bermain ke taman hiburan, tetapi selalu ditolak dengan alasan sibuk bekerja.Menyadari reaksi putri kami, kali ini Cedric tidak langsung menyetujui permintaan putra Evra. Dia mengulurkan tangan, ingin me
Read more