Short
Menyewakan Suami, Aku Bertambah Kaya

Menyewakan Suami, Aku Bertambah Kaya

Por:  TigerCompleto
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
17Capítulos
4.5Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Setelah rujuk, aku menyewakan suamiku. Ketika cinta pertamanya memanggilnya pergi, aku tidak lagi menangis dan membuat keributan seperti dulu, melainkan memasang tarif per jam. Siang hari 200 juta per jam, malam hari 400 juta per jam, dan saat hari libur dihitung tiga kali lipat. Setelah menjalankannya selama tiga bulan, saldo rekeningku bertambah hampir 40 miliar. Suamiku sudah berjanji menemaniku memilih gaun untuk pesta malam, tetapi cinta pertamanya malah menelepon sambil menangis karena tangannya teriris saat memotong sayuran. Aku bahkan tidak mengangkat kepala, hanya menyodorkan kode QR pembayaran kepada pria itu. Tengah malam, aku mendadak demam tinggi. Saat suamiku mengemudikan mobil dengan panik untuk membawaku ke rumah sakit, ponselnya kembali berdering. Melihat nama wanita itu berkedip di layar, suamiku ragu beberapa saat, tetapi dia tetap memilih mengangkat telepon. Tangisan sang cinta pertama terdengar dari seberang sana. "Cedric, suara petirnya terlalu keras. Aku nggak bisa tidur. Kamu bisa datang temani aku?" Dengan cekatan, aku mengeluarkan payung dan menyuruh suamiku menurunkanku di persimpangan jalan di depan. Menghadapi pria yang tampak ragu-ragu mengatakan sesuatu itu, aku hanya tersenyum. "Jangan lupa transfer uangnya."

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

Hari ini adalah hari pemeriksaan putriku di rumah sakit.

Mendengar perkataan putriku yang meminta uang, rasa bersalah di wajah Cedric langsung lenyap. Dia berdiri, lalu menunjuknya sambil menegurku dengan nada penuh kekecewaan, "Leslie, jadi selama ini kamu mengajari anak seperti itu?"

Dengan tenang, aku menarik putriku ke belakang tubuhku. "Apa yang salah? Kalau nggak dapat cinta, setidaknya kami dapat uang. Jangan sampai dia seperti aku, baru sadar setelah bercerai."

Cedric langsung terdiam. Di tengah kebuntuan itu, ponselnya kembali berbunyi.

Suara putra Evra terdengar dari seberang sana. "Om Cedric, cepat datang! Om sudah janji mau menemani aku main roller coaster, 'kan?"

Mendengar itu, putri kami menggenggam erat ujung bajuku. Dahulu, entah berapa kali dia ingin Cedric menemaninya bermain ke taman hiburan, tetapi selalu ditolak dengan alasan sibuk bekerja.

Menyadari reaksi putri kami, kali ini Cedric tidak langsung menyetujui permintaan putra Evra. Dia mengulurkan tangan, ingin mengusap kepala Fika.

"Fika, hari ini kamu kontrol ke rumah sakit dulu sama Mama ya. Nanti kalau kamu sudah sembuh, Papa akan ajak kamu ke taman hiburan, gimana?"

Fika menghindari tangan ayahnya, lalu mengedipkan mata bulatnya dan mengulangi, "Nggak apa-apa, Papa. Papa kasih uangnya saja ke aku."

Seolah tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu darinya, wajah Cedric langsung menjadi murung.

Sebelum pergi, dia melontarkan satu kalimat dengan kesal, "Leslie, teruskan saja kamu bersikap seperti ini bersama putrimu! Benar-benar nggak habis pikir aku!"

Pintu rumah dibanting dengan keras hingga hatiku ikut bergetar.

Fika menggoyang-goyangkan lenganku, lalu berjinjit sambil menunjukkan smartwatch-nya. "Mama, lihat, Papa transfer banyak sekali nolnya. Uang ini cukup nggak buat operasi Fika?"

Melihat wajah putriku, aku menahan tangis yang hampir pecah. Aku berjongkok dan memeluknya erat-erat. "Cukup. Setelah Fika operasi nanti, Mama akan bawa Fika pergi dari sini."

Setelah menenangkan diri, aku membawa putriku ke rumah sakit. Saat menunggu hasil pemeriksaan, beberapa notifikasi muncul di ponselku.

Itu adalah foto-foto hasil jepretan paparazi yang memperlihatkan Cedric sedang bermain bersama Evra dan putranya. Terdapat keterangan foto di bawah.

[ Cedric Berwisata ke Taman Hiburan Bersama Kekasih Baru, Anak yang Menemani Bahkan Sudah Memanggilnya Ayah! ]

Aku memperbesar foto itu dan menatap senyuman Cedric yang terlihat begitu santai dan bahagia.

Aku bahkan sudah tidak ingat kapan terakhir kali dia tersenyum seperti itu di depanku dan Fika.

Tanganku sempat menegang saat menekan tombol keluar. Ketika menyegarkan halaman, unggahan itu sudah dihapus.

Detik berikutnya, telepon dari Cedric masuk. "Leslie, jangan marah. Semua itu cuma tulisan media yang nggak bertanggung jawab. Aku sudah bayar orang untuk menghapus semua artikelnya."

Aku tertegun sesaat sebelum menyadari bahwa yang dia maksud adalah soal Arya memanggilnya ayah.

"Aku nggak marah. Namanya juga anak kecil. Toh aku sudah nyewain kamu ke mereka dan aku sudah terima uangnya. Temani saja mereka main sampai puas." Tanpa menunggu jawabannya, aku langsung menutup telepon.

Hasil pemeriksaan Fika akhirnya keluar. Dokter mengatakan kondisi penyakitnya terkendali dengan sangat baik. Bulan depan, operasi bypass jantung sudah bisa dijadwalkan.

Seluruh tubuhku langsung lemas hingga hampir terduduk di lantai. Entah sampai kapan Evra dan putranya akan terus merecoki kehidupan kami. Setelah aku dan Cedric mengurus akta cerai, demi menahanku, Cedric menghabiskan banyak uang untuk menyewa pengacara terbaik agar aku tidak mendapatkan apa pun dari perceraian kami.

Baru sehari setelah perceraian kami resmi, putriku tiba-tiba pingsan di sekolah. Dokter mendiagnosisnya mengidap iskemia miokard, sebuah kondisi kelainan jantung yang bisa memicu kematian mendadak.

Melihat angka fantastis pada tagihan rumah sakit, aku bahkan tidak berani meluangkan waktu untuk bersedih dan segera mengirim lamaran kerja ke mana-mana.

Namun, karena pengaruh Cedric, tidak ada satu perusahaan pun yang berani menerimaku. Tidak ada satu kerabat atau teman pun yang mau meminjamkan uang kepadaku.

Melihat kondisi putriku yang makin memburuk dari hari ke hari, pada akhirnya aku terpaksa mengikuti kemauan Cedric untuk rujuk.

Kini, putriku akhirnya berhasil melewati masa kritis. Setelah memastikan tanggal operasi dengan dokter, aku mendatangi agen imigrasi dan menyerahkan berkas pengajuan visa untuk diriku dan putriku.

Baru saja selesai mengurus semuanya, sebuah pesan dari Cedric muncul.

[ Kapan kalian pulang? Aku sudah masak makanan favorit kalian. ]

Aku tidak membalasnya. Satu jam kemudian, saat mendorong pintu rumah dan masuk, aku melihat Cedric sedang menyendokkan makanan ke piring Evra dan Arya.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

avaliações

Rania Humaira
Rania Humaira
selalu tentang wanita goblok yg gampang disingkirkan.
2026-07-10 08:22:57
0
0
17 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status