Seolah ingin memastikan, Harvey menatapku tajam."Kamu dan Kartika sudah berteman sejak kecil, kebersamaan kalian jauh lebih lama dibandingkan denganku, apalagi pertunangan adalah keputusan orang tua kalian, jadi aku nggak akan ikut campur.""Tenang saja, aku datang ke sini benar-benar hanya untuk mengundurkan diri, aku nggak cemburu maupun marah."Harvey ingin mengatakan sesuatu.Namun, Kartika menjulurkan kepalanya, suaranya terdengar dari dalam ruangan."Harvey, kamu taruh pakaian dalamku di mana? Yang berenda itu …."Kartika menatapku, lalu berkata dengan nada polos."Maaf, aku nggak tahu kamu masih di sini. Aku dan Harvey sudah dekat sejak lama, sampai lupa kamu adalah pacarnya."Aku menjawab seadanya, lalu meninggalkan perusahaan.Keesokan paginya, setelah tahu aku sudah pulang dari rumah sakit, ibuku menghubungiku."Nak, bagaimana kondisimu? Ibu juga sudah tahu, ingin sekali kamu ke sini untuk menemani Ibu. Selama ini, kamu terus bersama Harvey, tanpa status, nggak punya posisi,
Read more