Short
Cinta Berakhir di Air Mata Terakhir

Cinta Berakhir di Air Mata Terakhir

By:  SisiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
1.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat menghadiri acara perjamuan keluarga bersama Harvey Lamusu, aku berinisiatif mengutarakan keinginanku untuk segera menikah. Namun, Harvey malah menganggap aku mengincar kekayaan keluarganya, mengira aku menikah dengannya semata-mata demi uang, tanpa ragu menampar wajahku puluhan kali di depan umum. Lalu, dia berbalik dan mengejar teman masa kecilnya yang pergi karena cemburu. Aku menarik tangan Harvey dan memohon agar dia tidak pergi, tetapi dia malah marah dan mendorongku hingga aku jatuh dari tangga, akibatnya kedua kakiku patah dan tulang tengkorakku retak. Aku baru sadarkan diri setelah satu bulan dirawat di rumah sakit. Aku tidak mau membuat keributan kali ini, melainkan menghubungi ibuku yang tinggal di luar negeri. "Ibu, mengenai warisan yang Ibu sebutkan sebelumnya, aku setuju, aku setuju."

View More

Chapter 1

Bab 1

Setelah selesai mengurus administrasi rumah sakit, aku pergi ke perusahaan Harvey dengan taksi.

Berdiri di depan gedung perusahaan itu, tiba-tiba aku merasa tempat kerjaku selama sembilan tahun ini menjadi asing.

Hanya karena satu bulan tidak masuk kantor, sistem telah menghapus dataku, satpam juga melarangku masuk.

Aku terpaksa mengeluarkan ponsel dan menghubungi Harvey, tetapi pria itu tidak angkat teleponku.

Sebaliknya, Kartika Handoko menghubungiku melalui panggilan video.

Di video itu, Kartika tersenyum sambil mengucapkannya dengan canggung.

"Nggak menyangka Kak Ria diperbolehkan pulang dari rumah sakit secepat ini. Harvey mengkhawatirkan keselamatanku, jadi orang asing dilarang masuk. Tenang saja, aku akan segera menyuruh satpam mengizinkanmu masuk."

Pintu gerbang yang sebelumnya tertutup rapat, sekarang dibuka atas perintah Kartika.

Aku berdiri terpaku beberapa saat, lalu perlahan masuk ke dalam.

Pintu ruangan kantor Harvey tidak terkunci. Begitu pintu kubuka, terlihat Kartika mengenakan tank top yang nyaris tidak menutupi tubuhnya duduk di sofa sambil tersenyum ke arahku.

Sedangkan Harvey di sampingnya tidak mengenakan pakaian, dan suasana di antara mereka terlihat ambigu.

Aku hanya melirik sekilas, lalu menaruh surat pengunduran diri di atas meja tanpa ragu.

Melihat aku cuek, Harvey mengerutkan kening, pria itu mengadang di depanku sambil memberi penjelasan.

"Kartika baru kembali dari luar negeri, kamu tahu sendiri hubungan keluarga kami sangat baik, jadi orang tuaku menyuruhku untuk sering menjalin kedekatan dengannya. Lagi pula, dia lebih pantas menduduki jabatan ini daripada kamu."

"Alasannya bukan hanya itu saja. Kak Ria, kamu pasti belum tahu, 'kan? Aku dan Harvey akan segera bertunangan."

Kartika menyela ucapan Harvey, lalu memamerkan cincin berlian yang melingkar di jarinya, di jari Harvey juga terpasang cincin yang sama.

Harvey tidak memberi penjelasan tentang pertunangan mereka, pria itu hanya menatapku dengan wajah tenang.

Aku menengadahkan kepalaku, lalu mengangguk pelan.

"Baiklah."

Aku tidak bertanya, juga tidak meminta penjelasan, hanya menunjuk ke arah dokumen yang ada di atas meja.

"Surat pengunduran diri sudah kuserahkan, masih dalam proses. Pekerjaanku juga sudah kuserahkan."

Harvey tidak menyangka aku akan berkata seperti itu, matanya terbelalak lebar.

Aku berbalik dan pergi, tanpa memedulikan tatapan kaget dua orang di belakangku.

Rasa sakit pada kakiku terasa menjalar ke setiap saraf otakku.

Sampai sekarang aku masih ingat kejadian di perjamuan keluarga hari itu, demi mengejar Kartika yang pergi karena cemburu, pria itu mendorongku hingga jatuh dari tangga.

Cintaku padanya … setelah sebulan berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit, cintaku padanya sudah hilang.

Tanpa kusadari Harvey mengejarku, pria itu sudah berdiri di belakangku.

Dia memelukku, menyandarkan kepalanya di leherku, menggesekkan wajahnya dengan lembut di leherku.

"Aku dan Kartika sudah berteman sejak kecil, dia akan cemburu kalau tahu kita mau menikah. Soal pertunangan itu, jangan terlalu dipikirkan. Keluarga Lamusu dan Keluarga Handoko itu sepadan …."

"Aku nggak keberatan."

Aku langsung memotong penjelasan Harvey, lalu menjauh darinya.

Kami sudah sembilan tahun bersama, bahkan aku pernah sangat dekat secara intim dengannya.

Namun, sekarang berada di dekatnya, aku justru merasa risih.

Wajah Harvey berubah muram, tetapi dia tetap keras kepala berdiri di tempatnya, tidak bergerak.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

M--G
M--G
cerita yg absurd
2026-08-16 01:50:56
0
0
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status